NUNUKAN, infoSTI – Harga cabai di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melonjak drastis menjelang hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Lonjakan harga, bahkan mencapai 75 persen dari harga normal.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Nunukan, Dior Frames mengatakan, kenaikan tersebut, terjadi pada jenis cabai rawit lokal dan cabai rawit Sulawesi.
Kalau biasanya Cabai Rawit Sulawesi dijual Rp 75.000/Kg, saat ini melonjak di angka Rp 90.000.
Sementara itu, cabai lokal, dibanderol Rp 120.000/ Kg dari harga normal Rp 70.000/Kg.
‘’Kenaikan harga cabai terjadi secara nasional ya. Dan kita tahu, cabe rawit kita masih mengandalkan kiriman dari Sulawesi Selatan. Untuk kenaikan harga cabai lokal otomatis lebih tinggi, karena kondisinya lebih fresh. Itu faktor yang mendasari kenaikan harga,’’ ujarnya, dikonfirmasi pasca melakukan Sidak Pasar, Kamis (19/3/2026).
Untuk diketahui, hampir semua barag kebutuhan, Sembako, sayuran hingga Bapokting di wilayah perbatasan RI – Malaysia ini, dipasok dari luar daerah, menggunakan kapal laut.
Tren kenaikan harga selalu terjadi ketika memasuki momen Nataru dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), juga bergantung dengan cuaca maupun jadwal dokking kapal laut.
‘’Tapi untuk cabai jenis cabai keriting dan cabai besar, saat ini harga masih normal. Dijual Rp 50.000 per Kg,’’ ujarnya lagi.
Selain cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng. Dari harga normal Rp 16.000/liter menjadi Rp 17.500/liter.
Beras kualitas medium dijual Rp 15.600/Kg dari harga normal Rp 14.400/Kg.
Beras kualitas premium dihargai Rp 16.120/Kg dari harga Rp 16.000/Kg.
Telur ayam, dijual Rp 32.000/Kg dari harga normal Rp 30.000/Kg.
Sementara daging ayam segar mengalami penurunan harga, dari Rp 48.000/Kg menjadi Rp 43.000/Kg.
Untuk bumbu palawija, bawang merah juga mengalami kenaikan dari harga Rp 40.000/Kg menjadi 50.000/Kg atau sekitar 25 persen.
Adapun bawang putih, harganya tetap stabil di angka Rp 35.000/Kg.
Selain melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional, DKUKMPP Nunukan juga melihat langsung sejumlah distributor, agen dan gudang.
‘’Kita terus melakukan pengawasan harga pasar. Untuk saat ini, kami tidak menemukan adanya penimbunan stok Sembako. Jadwal kapal laut juga tidak ada perubahan, dalam artian distribusi lancar,’’ kata Dior.











