NUNUKAN, infoSTI – Unit Reskrim Polres Nunukan, Kalimantan Utara, sedang memburu seorang perampok berpistol yang menyatroni sebuah toko Sembako di Pulau Sebatik.
Aksi perampok yang terekam CCTV tersebut, mirip adegan dalam film.
Dengan mengenakan jaket hoodie hitam, memakai topi dan menutupi sebagian wajahnya, perampok menodongkan sesuatu yang mirip pistol kepada penjaga toko.
Ia juga beberapa kali mengarahkan moncong benda mirip senjata api tersebut, ke arah lain yang diduga pelanggan toko.
Rekaman CCTV tersebut, diunggah ke media social dan langsung menghebohkan warga perbatasan RI – Malaysia ini.
Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan membenarkan rekaman CCTV yang tersebar di medsos, adalah sebuah aksi perampokan.
‘’Dari laporan masyarakat, kejadiannya di sebuah toko di Jalan Jenderal Sudirman RT 01, Desa Sungai Manurung, Sebatik, pada Selasa, 17 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 wita,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2026).
Ia menambahkan, toko yang menjadi sasaran perampokan, merupakan milik warga bernama Alimuddin yang juga sebagai pelapor.
Peristiwa bermula dari kedatangan seorang laki laki tak dikenal ke toko milik Alimuddin untuk membeli air mineral.
Saat itu, Alimuddin sedang berada di Desa Sungai Pancang, sementara toko dijaga oleh istrinya.
‘’Tiba tiba saja, laki laki tersebut mengeluarkan benda mirip pistol lalu mengancam ibu penjaga toko,’’ tutur Sunarwan.
Tidak dijelaskan apa yang dikatakan perampok tersebut, namun ibu penjaga toko dengan pasrah menyerahkan semua yang ada di dalam laci meja toko, dibawah ancaman benda mirip senpi tersebut.
‘’Dalam laci meja toko ada uang tunai sekitar satu juta rupiah. Itu diserahkan semua ke pelaku. Setelah pelaku pergi, iapun menelfon suaminya dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi,’’ kata Sunarwan.
‘’Saat ini, polisi sedang memburu pelaku,’’ imbuhnya.
Sunarwan mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya kepada para pemilik toko.
Hendaknya tempat usaha, baik itu toko dan sejenisnya, dilengkapi penerangan yang cukup terutama saat malam hari.
Pasang kamera pengawas (CCTV) dan sistem keamanan tambahan bila memungkinkan.
Hindari menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di dalam toko.
Tutup toko sesuai jam operasional, dan hindari buka terlalu larut malam jika situasi tidak memungkinkan.
Waspadai orang yang mencurigakan, terutama menjelang waktu sahur atau saat kondisi lingkungan sepi.
Perkuat koordinasi dengan tetangga sekitar dan aktifkan ronda/siskamling.
Segera laporkan kepada aparat keamanan ke Nomor Kepolisian 110 apabila melihat atau mengalami kejadian mencurigakan
‘’Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadan. Waspada, Siaga, dan Peduli Lingkungan,’’ kata Sunarwan.











