NUNUKAN, infoSTI – Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Irwan Sabri, memastikan suplay BBM untuk dataran tinggi Krayan, tetap aman, pasca insiden jatuhnya pesawat pengangkut BBM untuk wilayah 3T, Pelita Air, di Gunung Pa’ Belaban yang berbatasan dengan Gunung Pa’ Ramayo, Kamis (19/2/2026) siang.
“Saya sudah koordinasi dengan pihak Pertamina. Mereka telah menyiapkan armada pengganti. Jadi suplay BBM untuk Krayan, Insyaalloh aman,” ujar Irwan Sabri, dihubungi Jumat (20/2/2026).
Irwan Sabri menuturkan, Pertamina menegaskan mereka telah dikontrak untuk mendistribusikan BBM satu harga ke wilayah Krayan, yang merupakan perbatasan RI – Malaysia.
Kendati terjadi musibah pesawat jatuh, Pertamina tetap menegaskan mereka berkewajiban menyelesaikan kontrak.
“Musibah kemarin dikatakan bagian dari resiko. Dalam artian, musibah yang terjadi tidak mempengaruhi masalah suplay BBM,” tegas Irwan Sabri.
Untuk diketahui, dataran tinggi Krayan, merupakan salah satu wilayah terisolir yang hanya bisa dijangkau menggunakan pesawat terbang dari Kabupaten Kota Nunukan.
Kebutuhan pokok masyarakat, masih sangat bergantung dengan Malaysia, termasuk masalah BBM.
Beruntung Pemerintah memiliki program distribusi BBM satu harga untuk wilayah 3T, sehingga sebagian BBM disuplay dari Kota Tarakan menggunakan pesawat terbang.
Salah satu agen pemilik SPBU di Krayan Selatan, Rustam, juga mengakui, insiden kecelakaan Pelita Air, Kamis (19/2/2026) tidak mempengaruhi pasokan BBM satu harga untuk Krayan.
“Ada pesawat Aman Air yang menggantikan Pelita Air. Pasokan aman,” katanya saat dihubungi.
Rusman menuturkan, biasanya pesawat suplay BBM dari Tarakan, membawa sekitar 4 ton Pertalyte atau 3 ton solar saban harinya.
BBM, dialokasikan untuk 4 unit SPBU. Masing masing,
1. SPBU Prima Lestari, di Krayan Induk.
2. SPBU Cahaya Terang Baru, di Krayan Barat.
3.SPBU Cahaya Kaltara Abadi, di Krayan Timur.
4. SPBU Semaring Jaya Sakti, di Krayan Selatan.
“Kendalanya masih soal akses jalan di Krayan yang sulit dilalui. Mobil selalu tertanam lumpur. Kita berharap memiliki jalan yang layak,” harapnya.
Sebelumnya, Pesawat Pelita Air pengangkut BBM untuk Krayan, terjatuh di Pegunungan Pa’ Belaban berbatasan dengan Gunung Ramayo, Desa Pa’ Bettung, Krayan Timur, Kamis (19/2/2026) siang.
Pesawat jenis Air Tractor AT-802 itu dilaporkan telah menyelesaikan misi distribusi BBM ke Long Bawan dan sedang dalam perjalanan kembali menuju Bandara Juwata Tarakan.
Pesawat terbang dari Tarakan membawa muatan BBM jenis Pertalite sekitar 4.000 liter dan tiba di Bandara Long Bawan sekitar pukul 11.00 Wita.
Setelah melaksanakan proses bongkar muatan, sekitar pukul 12.10 Wita, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan.
Namun insiden kecelakaan terjadi, hingga menyebabkan pilot yang menjadi satu-satunya awak di dalam pesawat, meninggal dunia.











