Menu

Mode Gelap
Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Anggota DPRD Kaltara Temui Pertamina Tarakan, Pastikan Suplay BBM Untuk Perbatasan RI – Malaysia Lancar Jelang Idul Fitri 1447 H Hendak Kirim Paket Hemat Narkoba ke Nunukan, Pria Ini Digerebek Polisi di Dermaga Speed Boat Sebatik

Kaltara

Cerita Penyaluran SOA Barang ke Pedalaman Nunukan, Akses Buruk Hingga Jalur Perahu yang Membahayakan Nyawa

badge-check


					Warga pedalaman yang melansir Sembako dari sungai ke perkampungan. Dok.DKUKMPP Nunukan. Perbesar

Warga pedalaman yang melansir Sembako dari sungai ke perkampungan. Dok.DKUKMPP Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Pemerintah Daerah Nunukan, Kalimantan Utara, mendistribusikan Subdisi Ongkos Angkut (SOA) barang, untuk wilayah pedalaman, dan terisolir di perbatasan RI – Malaysia.

Masing masing, Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Lumbis Hulu, Kecamatan Lumbis Pensiangan, dengan mekanisme distribusi melalui jalur sungai.

Lalu 5 Kecamatan di dataran tinggi Krayan, menggunakan pesawat Smart Air.

‘’Pemkab Nunukan mengalokasikan SOA Tahun 2025 sebesar Rp 1,8 miliar. Saat ini, distribusi sedang berlangsung,’’ ujar Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Nunukan, Dior Frames, ditemui Selasa (16/12/2025).

Ia mengatakan, meski secara nominal, anggaran SOA meningkat dibanding sebelumnya, namun tetap saja terpengaruh dengan harga satuan biaya transportasi sungai dan carter pesawat.

SOA barang untuk tiga Kecamatan di Lumbis, dialokasikan sebanyak 13 ton, yang dimuat perahu secara bertahap.

Dimana satu perahu, biasanya mengangkut Sembako seberat 1,5 sampai 2 ton, tergantung kondisi air pasang.

Sedangkan untuk dataran tinggi Krayan, dialokasikan sebanyak 18 kali penerbangan, dengan muatan 1,2 ton dalam sekali penerbangan.

‘’Sasaran SOA barang adalah memudahkan masyarakat pedalaman mendapatkan Sembako dengan mudah. Sembako akan diantar ke kelompok desa, dan dijual dengan harga yang telah ditentukan,’’ jelas Dior.

Sekelumit kisah pengiriman barang SOA

Program SOA, menjadi solusi pemenuhan kebutuhan pokok warga pedalaman terisolir di perbatasan RI – Malaysia.

Mereka yang tinggal di daerah terisolir, tak mudah untuk keluar dan berbelanja, karena selain akses jalan yang penuh tantangan, biaya yang dikeluarkan, sangat menguras kantong.

Di dataran tinggi Krayan, Sembako akan dilansir dari Bandara menuju agen penjualan, dengan tantangan jalan berlumpur yang kerap menenggelamkan ban mobil.

Tak jarang, mobil terjebak di kubangan lumpur, sehingga supir dan keneknya, bermalam di hutan sembari menunggu bantuan mobil lain yang lewat, atau menunggu jalanan mengering.

‘’Tantangannya memang berat dalam distribusi. Jalanan di Krayan itu tak mungkin dilewati saat musim hujan. Dan sudah seperti itu dari dulu,’’ tutur Dior.

Sementara di wilayah yang hanya bisa ditempuh melalui lajur sungai, kapal kapal kayu pengangkut Sembako harus melewati arus deras dengan tantangan jiram.

Batu batu besar sepanjang sungai, bisa menjadi ancaman serius ketika kapal kayu salah arah dan menabrak.

‘’Untuk mengirim Sembako ke Lumbis Ogong, Lumbis Hulu ataupun Pensiangan, itu butuh 5 sampai 8 jam dari titik distribusi di Mansalong,’’ kata Dior.

‘’Arus sungai yang deras yang membuat kami basah kuyup, kadang kapal tersangkut atau menghadapi ancaman kapal kayu menabrak batu karena dorongan arus sungai yang deras, sudah jadi resiko kami,’’ katanya lagi.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara