Menu

Mode Gelap
Cerita Perjalanan Warga Krayan, Dua Hari Berkendara Menembus Jalanan Lumpur Menuntut Akses Layak ke DPRD Kaltara 40 Jamaah Umroh Nunukan Menginap di Kawasan Markaziyah, An Nur Jamin Kenyamanan dan Kemudahan Ibadah Perkuat Semangat Bela Negara, 80 Kader PKS Nunukan Ikuti KEMBARA di Perbatasan RI – Malaysia Perahu Terbalik Saat Menyeberang Sungai, Pasangan Suami Istri di Nunukan Ditemukan Tewas Tenggelam Banyak Atap Bangunan Beterbangan Saat Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Melanda Dataran Tinggi Krayan Dilaporkan Hilang, Seorang Nelayan Pulau Sebatik Ditemukan Tewas Dalam Posisi Duduk Diatas Perahu

Kaltara

Petugas TNKM Temukan Keberadaan Satwa Langka Argusianus Argus yang Dikenal Masyarakat Sebagai Kuau Raja

badge-check


					Salah satu satwa langka, Burung Kuau Raja yang terpotret kamera trap di Tanakame. Dok.TNKM. Perbesar

Salah satu satwa langka, Burung Kuau Raja yang terpotret kamera trap di Tanakame. Dok.TNKM.

MALINAU, infoSTI – Petugas Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Kalimantan Utara, menemukan keberadaan salah satu satwa langka Argusianus Argus, yang biasa disebut masyarakat adat Kalimantan sebagai Kuwai atau Kuau Raja.

Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito, menuturkan, Kuau Raja adalah salah satu burung dalam family Phasianidae yang dikategorikan rentan (Vulnerable) berdasarkan IUCN Red List.

Satwa ini berstatus dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018.

‘’Satwa tersebut kita temukan dari hasil pemasangan camera trap di Wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Long Bawan dan Wilayah II  Long Alango, oleh Ashari Wicaksono Polisi Kehutanan Balai TN Kayan Mentarang,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Senin (17/11/2025).

Seno menjelaskan, Burung Kuau Raja tersebar di hutan hujan tropis Asia Tenggara khususnya di pulau-pulau Sumatera, Kalimantan dan Semenanjung Malaysia.

Ciri khas satwa ini memiliki bulu berwarna coklat kemerahan, dihiasi bulatan atau bintik-bintik kecil dan kepala berwarna biru, serta bulu tengkuk berwarna kehitaman.

Burung jantan dewasa, berukuran lebih besar dibanding burung betina. Panjang bulunya mencapai 200 cm yang akan mekar pada saat musim kawin.

Sedangkan burung betinanya, berukuran lebih kecil dari burung jantan. Panjangnya sekitar 75 cm, dengan jambul kepala berwarna kecoklatan.

Bulu ekor dan sayap betina, tidak sepanjang burung jantan dan hanya dihiasi dengan sedikit oceli.

Pemberian nama ilmiah Argusianus Argus pada satwa ini memiliki makna ‘Ratusan Mata’, yang bisa terlihat saat sang Kuau Jantan melakukan aktraksi keindahan motif ratusan mata pada bulunya, melalui ritual tarian pemikat kepada pasangannya di musim kawin/berbiak.

‘’Masyarakat adat setempat menyebut burung ini dengan sebutan “Burung Kuwai”. Hal tersebut dikarenakan burung ini kerap mengeluarkan suara ‘Kuwwaaaiii…’, yang terkesan seperti memanggil namanya sendiri dan dapat didengar dari radius yang cukup jauh,’’ jelasnya.

Keberadaan Kuau Raja, mencerminkan kondisi kawasan yang masih sangat terjaga dengan baik, sehingga sangat membantu petugas dalam melakukan pengamanan dan inventarisasi kawasan di Taman Nasional Kayan Mentarang.

“Prilaku bersih dan gagah dari Burung Kuau juga menjadi inspirasi bagi budaya masyarakat adat di kawasan penyangga TNKM. Burung Kuau perlu dilestarikan bersama untuk menjadi ciri khas kawasan yang selaras dengan budaya masyarakat,’’ imbuhnya.

Seno menambahkan, masih banyak sekali potensi Sumber Daya Alam (SDA) di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang yang masih belum terkuak dan akan dilakukan pendataan secara bertahap.

“Kami beserta tim dan stakeholder teknis terkait, akan terus melakukan survey dan penelitian untuk menggali potensi-potensi SDA yang berada didalam Kawasan TNKM. Serta bersama-sama mengajak untuk melestarikannya,’’ kata Seno.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara