Menu ✖

Mode Gelap
Ditinggal Mati Istri, Eks PMI Malaysia Terlantar dan Meninggal di Shelter Dinas Sosial Nunukan Rumah Eks Bupati Nunukan Digeledah Kejagung, Diduga Terkait  Dugaan Perkara Korupsi Batu Bara Oleh PT CCM HUT ke 27, Pemkab Nunukan Mengambil Tema ‘Kreatif Berkarya, Nunukan Maju’, Ini Maknanya Sebuah Rumah dan Sepeda Motor di Lumbis Habis Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik Anggota DPRD Nunukan Yawong Salaju Tinjau Pembangunan Tempat Tinggal ASN di Sembakung Atulai Pembayaran Ganti Rugi Tanah Warga Sebatik yang Masuk Malaysia Belum Jelas, Anggota DPRD Nunukan : Negara Jangan Anggap Remeh

Advertorial

Ditinggal Mati Istri, Eks PMI Malaysia Terlantar dan Meninggal di Shelter Dinas Sosial Nunukan

badge-check


					Sejumlah petugas Peksos Nunukan saat menguburkan jasad eks deportan Malaysia, Talasa (60) di TPU Selisun, Nunukan Selatan. Dok.DSP3A Nunukan. Perbesar

Sejumlah petugas Peksos Nunukan saat menguburkan jasad eks deportan Malaysia, Talasa (60) di TPU Selisun, Nunukan Selatan. Dok.DSP3A Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Lansia laki laki yang merupakan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, Talasa Suradi (60), ditemukan meninggal dunia di Shelter Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (23/9/2026) malam.

Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos) pada DSP3A Nunukan, Yarius mengatakan, meninggalnya Talasa, diketahui petugas Peksos saat mengantar jatah makan malam bagi para penghuni shelter.

‘’Saat jam makan malam, petugas mengantarkan makan ke kamarnya, beliau sudah meninggal,’’ujar Yarius, dihubungi Kamis (24/9/2026).

Dituturkan Yarius, Talasa mendapat perawatan oleh Peksos sekitar 6 bulan. Selama itu, ia sering bolak balik ke RSUD karena memiliki penyakit komplikasi yang dideritanya.

Awalnya, Talasa dideportasi Kerajaan Malaysia ke Nunukan bersama istrinya. Malu dengan kegagalan mereka, Talasa dan istri memutuskan tinggal di rumah kos dan bekerja serabutan di Nunukan.

Sayangnya, istri Talasa jatuh sakit dan meninggalkannya untuk selamanya.

‘’Sejak kepergian istrinya, dia luntang lantung dan sering sakit sakitan. Kami menampung dan merawat Almarhum saat masyarakat melaporkan ada orang terlantar yang sakit dan butuh perawatan segera,’’ kata Yarius.

Petugas kemudian membuatkannya KTP Nunukan, agar mudah mengurus BPJS bagi Talasa.

Selama berbulan bulan dalam penanganan Peksos, Talasa sudah berulang kali menjalani perawatan medis. Selama itu pula, para Peksos kerap urunan demi memberinya makan dan kebutuhan obat obatan.

Begitu juga dengan lima orang terlantar lain yang kini masih dirawat di shelter DSP3A Nunukan. Semua penghuni shelter, mengalami masalah kesehatan dan butuh penanganan dan perhatian khusus.

‘’Kami Dinas Sosial ini benar benar social. Semua urusan makan dan perawatan, kita swadaya. Anggaran kami minim,’’ katanya lagi.

Saat Talasa meninggal, para Peksos mengurus semua prosesi pemakaman, mulai memandikan, mengkafani, hingga menggali kubur dan memakamkannya.

‘’Selamat Jalan Bapak Talasa. Semoga Alloh mengampuni segala khilaf, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisiNya,’’ kata Yarius.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial