Menu ✖

Mode Gelap
Bawa Masuk Liquid Mengandung Etomidate dari Malaysia, Seorang Warga Sebatik Dicokok Polisi Kejari Nunukan Sidangkan Kasus Penjualan 131 Tabung Gas LPG Ilegal Asal Malaysia Puluhan Tahun Bersengketa Akibat Lahan Adat Digarap Perusahaan Kelapa Sawit, 4 Desa di Pedalaman Nunukan Sepakat Berdamai Ungkap Pencurian Dua Unit Sepeda Motor di Nunukan, Polisi Amankan Pelaku dan Penadah Buka SPAB di SMPN 1 Nunukan, Pemkab Ingin Bangun Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini Tak Mau Dipulangkan Ke Kampung Halaman, Eks TKI di Nunukan Mengamuk dan Menebas Tangan Temannya Hingga Putus

Advertorial

Nasib Desa Ujang Fatimah, Berada di Wilayah Administrasi Nunukan Kota Tapi Serba Tertinggal

badge-check


					Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur. Perbesar

Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur.

NUNUKAN, infoSTI – Masyarakat Desa Persiapan Ujang Fatimah, mengeluhkan kondisi mereka yang kurang diperhatikan Pemerintah.

Di desa ini, jalanan masih batu batu kerikil belum pernah diaspal. Layanan air bersih belum merata, hingga nihil tiang listrik untuk penerangan jalan.

‘’Desa Persiapan Ujang Fatimah ini ada di Nunukan Induk tapi tertinggal dalam hal pembangunan,’’ sesal Anggota DPRD Nunukan, Mansur Rincing dalam penjaringan aspirasinya beberapa waktu lalu.

Mayoritas masyarakat Desa Ujang Fatimah, meminta ada pemasangan penerangan lampu jalan.

Namun demikian, kendalanya adalah, selain sambungan listrik belum merata, tidak ada satupun tiang listrik di kawasan ini.

‘’Untuk itu, DPRD Nunukan akan segera meminta RDP mengundang Dinas Perhubungan dan PLN mencari solusi dari aspirasi masyarakat,’’ kata Mansur.

Mansur menegaskan, masyarakat setempat, memiliki kontribusi yang sama dengan daerah lain, sehingga tak elok rasanya jika mereka kurang mendapat sentuhan pembangunan.

Di daerah ini, ada sekitar 600 KK dengan jumlah penduduk sekitar 1700 jiwa. Kondisi pedesaan yang cukup padat penduduk.

‘’Dan tahun 2025, ada 4 kejadian kebakaran rumah sampai habis. Disana tidak ada Pos Damkar, dan jarak dari Kantor Damkar sekitar 4 km. Saya ingin ini bisa menjadi catatan Pemda Nunukan,’’ imbuhnya.

Untuk masalah Pos Pemadam, bahkan masyarakat setempat sudah menyediakan lahan hibah, sehingga pemerintah tak perlu memikirkan penyediaan tanah.

Ia menambahkan, Desa Ujang Fatimah, memiliki potensi wisata alam yang sangat menjanjikan.

Pedesaan ini memiliki kawasan hutan mangrove lebat, dengan spesies Bekantan dan Kera Ekor Panjang yang mudah dijumpai.

‘’Dengan potensi kekayaan alam sedemikian hebatnya, sangatlah mubazir jika Pemda Nunukan tidak memikirkan untuk eksplore menjadi salah satu agro wisata di perbatasan RI – Malaysia,’’ sesalnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial