Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Penumpang Kapal Pada Lebaran 2026 di Perbatasan RI – Malaysia Turun 20 Persen Lebih 5 Hektar Lahan Warga di Nunukan Terbakar, Pemadaman Dilakukan Sampai 6 Jam Dinas Perdagangan Nunukan Buka Kios TPID, Coba Stabilkan Harga Ketika Harga Pasar Mulai Melonjak Harga Bensin Naik Karena Stok Habis, Bupati Nunukan Imbau Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun

Nunukan

Berenang Ramai Ramai, Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Mansalong

badge-check


					Warga Mansalong bersama aparat keamanan melakukan pencarian terhadap Fikri Haikal, bocah 11 tahun yang hanyut saat berenang di sungai, Minggu (25/5/2025). Perbesar

Warga Mansalong bersama aparat keamanan melakukan pencarian terhadap Fikri Haikal, bocah 11 tahun yang hanyut saat berenang di sungai, Minggu (25/5/2025).

NUNUKAN, infoSTI – Polisi dan masyarakat di wilayah pedalaman Mansalong, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, beramai ramai melakukan pencarian terhadap bocah yang hanyut di Sungai Daapiton, Mansalong, pada Minggu (25/5/2025).

Kapolsek Lumbis, Iptu Adrianus Thalik mengatakan, bocah yang tenggelam bernama Fikri Haikal (11), warga RT 3, Mansalong.

‘’Sampai hari ini, kami bersama masyarakat terus mencari korban,’’ujarnya saat dihubungi, Selasa (27/5/2025).

Dari beberapa keterangan yang berhasil dihimpun polisi di lapangan, korban bersama beberapa temannya berenang di sungai pada Minggu (25/5/20250 sekitar pukul 16.30 wita.

Diduga korban terjun di aliran air yang deras, sehingga tubuh kecilnya langsung terseret arus air.

‘’Korban sempat dipegang rambutnya oleh temannya. Tapi karena hanya rambut, apalagi kondisi basah dan licin, pegangan terlepas. Korban hanyut terbawa derasnya arus air sungai Daapiton,’’ tutur Adrianus.

‘’Kebetulan sungai baru banjir juga, jadi arusnya masih sangat deras,’’ imbuhnya.

Pencarian korban, dilakukan secara manual menggunakan sejumlah perahu kayu milik masyarakat setempat.

‘’Kita terus mencari. Memang kendalanya sungai Mansalong cukup besar, sehingga pencarian butuh waktu sedikit lebih lama. Tapi kita terus berharap yang terbaik,’’ kata Adrianus.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara