Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Pansus DPRD Kaltara Meminta Perda PMD Harus Spesifik dan Menjawab Dinamika Sosial di Masyarakat

Pemkab Nunukan

Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan di Pulau Sebatik, Bupati Nunukan Beri Bantuan Alsintan

badge-check


					Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menyerahkan Alsintan secara simbolis kepada masyarakat Desa Binalawan. Sebatik, Rabu (16/4/2025). Perbesar

Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menyerahkan Alsintan secara simbolis kepada masyarakat Desa Binalawan. Sebatik, Rabu (16/4/2025).

NUNUKAN, infoSTI – Upaya mendukung ketahanan pangan dan menuju kemandirian pangan di perbatasan RI – Malaysia, terus digenjot.

Salah satu upaya Pemerintah Daerah Nunukan, Kalimantan Utara, untuk memberikan semangat dan kemudahan dalam bertani, secara intens dilakukan dengan sejumlah pemberian bantuan Alsintan/Alat dan Mesin Pertanian.

‘’Saat ini, Alsintan kami berikan untuk masyarakat pekebun dan petani di Desa Binalawan, Sebatik. Mereka menjadi contoh dalam kerja keras. Mereka berumput laut, bersawah dan bersawit,’’ ujar Bupati Nunukan, Irwan Sabri, saat memberikan bantuan Alsintan di Pulau Sebatik, Rabu (16/4/2025).

Irwan Sabri, mengapresiasi etos kerja masyarakat Desa Binalawan yang seakan tak kenal lelah.

Meski mereka bekerja membudidayakan rumput laut, mereka tetap menjaga kelestarian sawah sawahnya.

Bahkan, mereka juga tetap bisa membagi waktunya untuk memelihara/memanen tanaman kelapa sawit.

‘’Bantuan Alsintan akan terus diberikan kepada masyarakat. Ini sebagai bentuk dukungan dan komitmen Pemerintah Daerah Nunukan untuk menuju ketahanan dan kemandirian pangan,’’ imbuh Irwan Sabri.

Sampai hari ini, Kabupaten Nunukan, masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap barang barang kebutuhan dari Sulawesi Selatan, maupun Tawau, Malaysia.

Sebuah tradisi buruk yang harus segera dicarikan solusi, dan salah satunya adalah optimalisasi lahan pertanian, dengan memperluas tanam untuk menambah hasil panen.

Sejumlah Alsintan, masing masing, 1 unit combine harvester, 3 unit hand tracktor, 2 unit mesin perontok padi, dan 3 unit mesin Alkon, diserahkan kepada masyarakat petani Desa Binalawan sebagai apresiasi dan dukungan.

‘’Pemerintah daerah, seiring sejalan dengan program ketahanan pangan pemerintah pusat. Kita memiliki mimpi menjadi mandiri dalam hal pangan, dan memutus ketergantungan dengan wilayah lain. Insyaalloh bisa tercapai dengan target lima tahun kedepan,’’ kata dia.

Program Cetak Sawah Rakyat 4800 Hektar

Kabid Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan, Sambio mengatakan, dalam upaya mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan, Pemkab Nunukan menargetkan optimalisasi lahan seluas 4800 hektar.

Lahan lahan tersebut, tersebar di sejumlah Kecamatan, diantaranya, Kecamatan Nunukan, Kecamatan Sebatik, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis dan Kecamatan Krayan.

Sambio menegaskan, optimalisasi lahan diperlukan untuk menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan jika ingin mencapai kemandirian pangan.

‘’Salah satu cara mendukung percepatan program cetak sawah rakyat, ya memberikan sarana prasarana yang dibutuhkan. Itu yang terus kita lakukan,’’ kata dia.

Pemkab Nunukan juga sudah menekan kontrak dengan PT Bulog untuk pembelian hasil panen petani Nunukan.

Bulog akan membeli gabah dari petani, dan mengolahnya dengan standar mereka, sehingga bulir beras yang dihasilkan bisa dijual dengan predikat premium.

‘’Kita terus memperluas sawah sawah yang tidur dan tidak aktif. Kita mencoba menggenjot hasil panen dari 4,5 ton per hektar sekali panen, menjadi 5,5 ton per hektar sekali panen. Insyaalloh kalau program terlaksana, kita bisa surplus beras,’’ kata dia.

Selama ini, lanjutnya, selain ketergantungan Sembako dari luar daerah, PR Pemda Nunukan lain adalah beras yang dipanen petani lokal selalu patah dan kecil kecil saat keluar dari mesin heler.

Akibatnya, kualitas beras tidak masuk kategori premium bahkan dibawah medium.

‘’Padahal jenis varietas padinya sama dengan kualitas yang dijual premium. Kita datangkan dari Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi. Dengan kerja sama Bulog, kita akan menaikkan kualitasnya ke premium, yang tentunya menaikkan harga jual,’’ kata Sambio.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial