Menu

Mode Gelap
Kebakaran Gardu Listrik PLN di Jalan RA Kartini, Warga Panik dan Trauma DPRD Nunukan Usulkan Penambahan Anggaran Untuk Perbaikan Jalan di Dataran Tinggi Krayan Data Penduduk Miskin Banyak Tak Relevan, DPRD Minta Dilibatkan Dalam Sensus Ekonomi Dititipi Rp 10 Juta Untuk Belanja Komponen Mesin, Desil Naik, Sembako dan Beasiswa Anak Hilang Minta Diantar Pulang, Gadis 17 Tahun di Nunukan Jadi Korban Pemerkosaan Pemilik Bengkel Jualan Liquid Narkoba, Pengedar di Nunukan Pesan di Malaysia, Ambil Barang di Perbatasan Setelah Pemasok Kirim Foto Lokasi

Nunukan

Hendak Berburu di Hutan, Warga Pulau Sebatik Temukan Mortir Diduga Peninggalan Perang Dunia

badge-check


					Polisi dan TNI di Pulau Sebatik, mengamankan amunisi jenis mortir yang ditemukan seorang pemburu, Fransiscus Hati Erap di kawasan Hutan Lindung Pulau Sebatik, Perbesar

Polisi dan TNI di Pulau Sebatik, mengamankan amunisi jenis mortir yang ditemukan seorang pemburu, Fransiscus Hati Erap di kawasan Hutan Lindung Pulau Sebatik,

NUNUKAN, infoSTI – Seorang warga Desa Liang Bunyu RT 04, Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, Fransiscus Hati Erap (60), menemukan amunisi jenis mortir, saat hendak berburu di kawasan Hutan Lindung, Pulau Sebatik.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Zainal Yusuf, menuturkan, pasca menemukan sebuah benda diduga amunisi mortir tersebut, Fransiscus berinisiatif membatalkan perburuan, dan bergegas melapor ke Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Desa Liang Bunyu.

‘’Benda sejenis mortir yang ditemukan Pak Fransiscus, ditemukan Jumat 13 Desember 2024, sekitar pukul 09.00 wita, saat hendak berburu,’’ ujar Zainal, melalui pesan tertulis, Sabtu (14/12/2024).

Polsek Sebatik Barat, bersama Danramil 0911-07/Sebatik Barat, akhirnya melakukan pengumpulan bahan keterangan/Pulbaket.

Hasilnya, benda besi berbentuk lonjong dengan bagian belakang mengecil dengan ujung bergerigi tersebut, diduga amunisi mortir peninggala perang dunia.

‘’Setelah dilakukan pengecekan, didapati bahwa benda tersebut adalah Amunisi Mortir diperkirakan berukuran 60 MM, yang diduga sisa peninggalan perang Dunia ke II,’’ jelas Zainal.

Lokasi penemuan mortir, berjarak sekitar 3 Km dari Jalan Poros/utama. Masyarakat biasa melintasi jalan setapak perkebunan kelapa sawit, dan jalan setapak di kawasan hutan, sebelum sampai lokasi yang memang masih banyak terdapat binatang liar tersebut.

Saat ditemukan, benda tersebut tersembul diatas tanah becek, yang dekat bukit, dan berada di pinggir sungai.

‘’Benda yang diduga amunisi mortir sudah kita amankan. Selanjutnya menunggu arahan pimpinan,’’ kata Zainal.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara