Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Pansus DPRD Kaltara Meminta Perda PMD Harus Spesifik dan Menjawab Dinamika Sosial di Masyarakat

Nunukan

Hendak Berburu di Hutan, Warga Pulau Sebatik Temukan Mortir Diduga Peninggalan Perang Dunia

badge-check


					Polisi dan TNI di Pulau Sebatik, mengamankan amunisi jenis mortir yang ditemukan seorang pemburu, Fransiscus Hati Erap di kawasan Hutan Lindung Pulau Sebatik, Perbesar

Polisi dan TNI di Pulau Sebatik, mengamankan amunisi jenis mortir yang ditemukan seorang pemburu, Fransiscus Hati Erap di kawasan Hutan Lindung Pulau Sebatik,

NUNUKAN, infoSTI – Seorang warga Desa Liang Bunyu RT 04, Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, Fransiscus Hati Erap (60), menemukan amunisi jenis mortir, saat hendak berburu di kawasan Hutan Lindung, Pulau Sebatik.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Zainal Yusuf, menuturkan, pasca menemukan sebuah benda diduga amunisi mortir tersebut, Fransiscus berinisiatif membatalkan perburuan, dan bergegas melapor ke Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Desa Liang Bunyu.

‘’Benda sejenis mortir yang ditemukan Pak Fransiscus, ditemukan Jumat 13 Desember 2024, sekitar pukul 09.00 wita, saat hendak berburu,’’ ujar Zainal, melalui pesan tertulis, Sabtu (14/12/2024).

Polsek Sebatik Barat, bersama Danramil 0911-07/Sebatik Barat, akhirnya melakukan pengumpulan bahan keterangan/Pulbaket.

Hasilnya, benda besi berbentuk lonjong dengan bagian belakang mengecil dengan ujung bergerigi tersebut, diduga amunisi mortir peninggala perang dunia.

‘’Setelah dilakukan pengecekan, didapati bahwa benda tersebut adalah Amunisi Mortir diperkirakan berukuran 60 MM, yang diduga sisa peninggalan perang Dunia ke II,’’ jelas Zainal.

Lokasi penemuan mortir, berjarak sekitar 3 Km dari Jalan Poros/utama. Masyarakat biasa melintasi jalan setapak perkebunan kelapa sawit, dan jalan setapak di kawasan hutan, sebelum sampai lokasi yang memang masih banyak terdapat binatang liar tersebut.

Saat ditemukan, benda tersebut tersembul diatas tanah becek, yang dekat bukit, dan berada di pinggir sungai.

‘’Benda yang diduga amunisi mortir sudah kita amankan. Selanjutnya menunggu arahan pimpinan,’’ kata Zainal.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara