Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran Siaga Bencana Untuk Periode Mudik Lebaran Diminta Jualkan Motor, Seorang Residivis di Nunukan Malah Tilep Uang Nenek 61 Tahun Gaduh Narasi Wakil Bupati Nunukan Pecah Kongsi dan Mengamuk di Kantor Pemda, Begini Penjelasan Bupati Nunukan Muhammad Khoiruddin Resmi Nakhodai PERPANI Nunukan Periode 2026 – 2030 Nyaris Kolap Karena BLUD Dikorupsi, RSUD Nunukan Masih Miliki Utang Rp 16 Miliar Pansus DPRD Kaltara Meminta Perda PMD Harus Spesifik dan Menjawab Dinamika Sosial di Masyarakat

Nunukan

BKN Diminta Restui Pelaksanaan Tes CPNS Dilakukan di Nunukan, BKPSDM : Kita Wilayah 3T dan Perbatasan Negara

badge-check


					Kepala BKPSDM Nunukan Sura'i menunjukkan 55 komputer yang akan digunakan untuk tes CPNS Nunukan 2024 Perbesar

Kepala BKPSDM Nunukan Sura'i menunjukkan 55 komputer yang akan digunakan untuk tes CPNS Nunukan 2024

NUNUKAN, STI – Pemerintah Daerah Nunukan, Kalimantan Utara, sedang berjuang agar tes CPNS Nunukan 2024, bisa dilakukan di Nunukan saja.

Hal tersebut, menimbang geografis Nunukan yang merupakan perbatasan Negara RI – Malaysia, dan kebutuhan biaya tidak sedikit bagi para pelamar CPNS jika harus mengikuti tes di Kota Tarakan.

‘’Selama ini, tes CPNS dilakukan di Kota Tarakan, kita selalu prihatin dengan perjuangan warga perbatasan. Butuh biaya tidak murah dan jalan yang tidak mudah untuk dilalui sampai di wilayah perkotaan,’’ ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan, Sura’i, Selasa (17/9/2024).

Sura’i mencontohkan, warga di pedalaman Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu, harus mengeluarkan uang sekitar Rp 12 juta, melalui lajur sungai penuh jiram dengan bertaruh nyawa, menuju Ibu Kota Kecamatan Lumbis.

Dari Lumbis, mereka kembali merogoh kocek untuk sewa mobil sekitar Rp 500.000 bahkan lebih, menuju Dermaga Sei Ular.

Di Sei Ular, per orang akan dimintai uang sekitar Rp 25.000/orang untuk menyeberang dengan speed boat menuju Nunukan.

Sampai Nunukan, mereka akan kembali merogoh saku dengan membayar angkutan kota, sewa penginapan, dan untuk makan.

‘’Perjalanan masih harus sambung lagi ke Tarakan dengan speed boat dengan biaya 300an ribu rupiah. Grab ke tujuan, dan lainnya. Kebayang kan bagaimana perjuangan mereka. Dan betapa sakit hati kami ketika mereka dinyatakan tidak lolos tes. Itu membuat nurani kita terluka,’’ urai Sura’i.

Hal yang sama, terjadi juga bagi warga yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia, di dataran tinggi Krayan.

Wilayah Krayan, hanya bisa diakses menggunakan pesawat terbang dengan penerbangan SOA (Subsidi Ongkos Angkut) Rp 450.000.

Kendati demikian, untuk melewati jalanan Krayan menuju Bandara di Ibu Kota Kecamatan Krayan Induk, di Long Midang, butuh sewa mobil tidak murah.

Ketika cuaca normal, mungkin warga bisa membayar biaya mobil sekitar Rp 1 juta. Tapi ketika musim hujan tiba seperti saat ini, biaya sewa mobil menjadi jauh membengkak.

Jalanan utama penghubung antar Kecamatan di Krayan, banyak yang menjelma lumpur di banyak lokasi, sehingga tak jarang mobil akan tertanam, dan harus ditarik mobil lainnya.

Alhasil, mesin mobil menjadi taruhan, sehingga biaya sewa mobil di musim penghujan, membengkak hingga Rp 7 juta.

‘’Pemda Nunukan sedang berjuang agar BKN meloloskan permohonan kami. Semoga tes CPNS tahun ini, bisa dilakukan di Nunukan saja,’’ imbuh Sura’i.

 

Kesiapan Pemkab Nunukan

 

Sura’i menegaskan, permohonan ke BKN, dilakukan setelah Pemda yakin telah siap untuk menggelar tes CPNS sesuai standar yang ditetapkan BKN.

Untuk hal tersebut, Pemkab sudah membeli 55 unit computer, 6 unit AC, 6 unit CCTV dengan anggaran lebih Rp 2 miliar.

Di setiap komputer, terpasang kamera yang disetting dengan sensor khusus yang akan berbunyi ketika peserta menoleh tak wajar, atau wajahnya jauh dari monitor computer.

Hal tersebut, menjadi salah satu kontrol untuk menghindari peserta ujian mencontek jawaban peserta lain.

‘’Kita juga sudah beli juga almari loker untuk masing masing peserta CPNS. Berkas bawaan peserta akan disimpan dengan menunjukkan KTP dan nomor peserta sebelum masuk ruang ujian. Sehingga tidak ada peluang calo bermain. Semua standar yang BKN beri petunjuk ke kami, sudah kami persiapkan, tinggal finishing saja,’’ kata Sura’i lagi.

Sura’i, juga telah berkoordinasi dengan pihak PT Telkom untuk mengantisipasi kendala jaringan internet, juga meminta jaminan PLN untuk meminimalisir gangguan listrik.

Tak sampai disitu, BKPSDM juga sudah bermohon ke bagian Sekretariat Pemda Nunukan, agar selama tes CPNS berlangsung, mesin genset di Kantor Bupati, bisa digeser sementara, sebagai backup.

Lantai ruang ujian juga didesain dengan lantai kayu, dilengkapi colokan kabel yang safety, untuk masing masing computer.

Rencananya, ujian CPNS Nunukan akan dilaksanakan Bulan Oktober 2024, selama 10 sampai 15 hari, dengan estimasi 50 peserta dalam sekali tesnya.

‘’Tim evaluasi BKN dalam minggu ini akan datang ke Nunukan, melihat langsung fasilitas gedung dan peralatan untuk tes CPNS. Semoga, permohonan kami untuk menyelenggarakan tes CPNS di Nunukan bisa di ACC,’’ harap Sura’i.

Untuk diketahui, Pemkab Nunukan, Kalimantan Utara, membuka pendaftaran bagi 240 CPNS pada 2024 ini.

Jumlah ini, akan mengisi 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan.

Dari catatan BKPSDM, ada sebanyak 1619 pendaftar sampai akhir masa pendaftaran 10 September 2024.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan