MAKASSAR, infoSTI – Lima Calon Sekda Nunukan, mengikuti asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar, Selasa (7/10/2026).
Mereka adalah, Muhammad Amin, Sabri, Sura’i, Juni Mardiansyah, yang merupakan pejabat teras Pemkab Nunukan, dan Ferdy Manurun Tanduklangi, pejabat Pemprov Kaltara.
Kepala Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar, Dr. Muhammad Aswad, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan atas kepercayaan yang selama ini diberikan kepada LAN Makassar, khususnya dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
“Meskipun wilayah kerja LAN Makassar secara de jure mencakup seluruh wilayah Indonesia Timur, namun secara de facto kami juga melayani wilayah Kalimantan Utara, khususnya Nunukan dan Bulungan,” ujarnya membuka agenda tersebut.
Ia juga menyatakan, seleksi terbuka Sekretaris Daerah merupakan bagian penting untuk mendapatkan sosok yang mampu menjalankan tugas secara optimal dan memberikan kontribusi dalam membantu kepala daerah mewujudkan visi dan misi Pemerintah Daerah.
Lima calon Sekda Nunukan, diarahkan menuju ruang Assessment Center LAN Makassar untuk mengikuti tahapan seleksi hari ini, yaitu penyusunan makalah dan presentasi di hadapan asesor.
Untuk diketahui, Asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural adalah proses mengukur dan membandingkan kemampuan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan standar kompetensi jabatan yang dipersyaratkan berdasarkan peraturan pemerintah.
Terdapat 8 kompetensi manajerial yang bakal diuji, mencakup, integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi pada hasil.
Pelayanan public, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan dan pengambilan keputusan.
Sedangkan kompetensi sosial kultural, mencakup kepekaan terhadap kemajemukan, toleransi, empati, serta membangun hubungan sosial yang baik di tengah masyarakat.
Kepala BKPSDM Kabupaten Nunukan Kaharuddin Tokong, mengatakan, pelaksanaan seleksi diperlukan untuk segera mengisi jabatan Sekretaris Daerah yang telah kosong selama kurang lebih dua tahun.
“Jabatan Sekda itu sudah dua tahun kosong. Kami juga beberapa kali mendapat teguran dari BKN, diingatkan segera isi, segera isi. Tentu kami berharap proses ini bisa berjalan dengan lancar supaya proses selanjutnya dapat kami lanjutkan,” ujar Kaharuddin.











