Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Irwan Sabri, Apresiasi Penempatan PIMPASA di Empat Desa Rawan TPPO dan TPPM Dua Minggu Lebih Ditampung Dinas Sosial Nunukan, Orang Terlantar yang Mengaku ‘Sultan’ Akhirnya Meninggal Dunia Kolaborasi Pemda Nunukan dan BTNKM, Perkuat Sinergi Kelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Hasil Reses DPRD Selalu Menjadi Prioritas Dalam Akselerasi Pembangunan Fisik dan SDM Sekda Nunukan Beri Penjelasan Rinci Turunnya Pendapatan Daerah Kepada Fraksi Gerindera Mekanisme Mutasi Pejabat Diprotes Fraksi Demokrat, Begini Penjelasan Pemkab Nunukan

Advertorial

Fraksi Demokrat Dorong Kompetensi Guru dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Perbatasan RI – Malaysia

badge-check


					Jubir Fraksi Demokrat DPRD Nunukan, Gat Khaleb membcakan pandangan fraksi menanggapi Raperda APBDP Nunukan 2026. Kamis (17/9/2026). Perbesar

Jubir Fraksi Demokrat DPRD Nunukan, Gat Khaleb membcakan pandangan fraksi menanggapi Raperda APBDP Nunukan 2026. Kamis (17/9/2026).

NUNUKAN, infoSTI – Jubir Fraksi Demokrat DPRD Nunukan, Gat Khaleb mengatakan, sudah saatnya paradigma pembangunan  pendidikan di perbatasan RI – Malaysia, bergeser  dari orientasi  yang  hampir  seluruhnya  berfokus  pada  pembangunan fisik menuju peningkatan mutu sekolah dan kualitas lulusan (outcome), atau minimal keduanya harus berjalan secara berimbang.

Ia menegaskan, pembangunan gedung sekolah memang penting. Namun, kualitas lulusan tidak ditentukan oleh megahnya gedung   semata.

Variabel utamanya adalah kualitas dan pemerataan guru, proses pembelajaran, serta ketersediaan sarana ajar yang lengkap dan memadai.

‘’Dengan teknologi saat ini, peningkatan kompetensi guru tidak sulit dan tidak mahal. Pelatihan dapat dilaksanakan secara  daring melalui zoom atau aplikasi lainnya,’’ ujar Gat Khaleb saat membacakan pandangan fraksinya di Rapat Paripurna penyampaian pandangan fraksi DPRD Nunukan, Kamis (17/9/2026).

OPD terkait dapat menyelenggarakan kelas peningkatan kompetensi guru secara berkala, minimal sekali dalam  setahun  dengan  melibatkan  universitas, ahli  mata pelajaran, ahli  kurikulum, dan praktisi  pendidikan. Bisa juga dilakukan secara personal ataupun melalui kelembagaan.

‘’Kita  perlu  belajar  dari  negara-negara  maju.  Mereka  tidak hanya berlomba menambah bangunan, tetapi lebih serius meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil pendidikan,’’ tegasnya.

Sebagai perbandingan, Gat memberikan data di Negara Tiongkok memiliki sekitar 136 ribu sekolah dasar, sedangkan Indonesia sekitar 149.000 SD.

Padahal, penduduk Tiongkok   hampir   lima   kali   lipat   penduduk   indonesia. Perbandingan ini menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya sekolah, tetapi terutama  oleh  kualitas guru, proses pembelajaran, sarana  ajar, tata kelola, dan mutu lulusan.

Gat kembali menegaskan, alasan Fraksi Demokrat terus menekankan persoalan ini. Karena kesenjangan kualitas pendidikan dan mutu lulusan antar kawasan di Kabupaten Nunukan masih sangat lebar, ibarat bumi dan langit.

‘’Setiap anak di Kabupaten Nunukan, dimanapun ia dilahirkan dan bersekolah, berhak memperoleh guru yang berkualitas. Sarana belajar yang memadai dan kesempatan yang sama untuk maju,’’ kata Gat.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial