Menu

Mode Gelap
Bupati Nunukan Irwan Sabri, Apresiasi Penempatan PIMPASA di Empat Desa Rawan TPPO dan TPPM Dua Minggu Lebih Ditampung Dinas Sosial Nunukan, Orang Terlantar yang Mengaku ‘Sultan’ Akhirnya Meninggal Dunia Kolaborasi Pemda Nunukan dan BTNKM, Perkuat Sinergi Kelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Hasil Reses DPRD Selalu Menjadi Prioritas Dalam Akselerasi Pembangunan Fisik dan SDM Sekda Nunukan Beri Penjelasan Rinci Turunnya Pendapatan Daerah Kepada Fraksi Gerindera Mekanisme Mutasi Pejabat Diprotes Fraksi Demokrat, Begini Penjelasan Pemkab Nunukan

Nunukan

Jawaban Dianggap Tak Nyambung, Paslon BAHAGIA Disentil GAAS

badge-check


					Paslon GAAS di debat perdana yang digelar stasiun TV swasta di Jakarta, Senin (4/11/2024). Perbesar

Paslon GAAS di debat perdana yang digelar stasiun TV swasta di Jakarta, Senin (4/11/2024).

NUNUKAN, infoSTI – Paslon BAHAGIA, mendapat sentilan dari Paslon GAAS saat sesi tanya jawab pada debat perdana Paslon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Kaltara yang digelar salah satu stasiun TV swasta nasional di Jakarta, Senin (4/11/2024).

Sentilan tersebut, dilakukan Calon Wakil Bupati Servianus, saat meminta Paslon BAHAGIA memberikan contoh konkrit dalam strategi peningkatan ekonomi inklusif.

“Pertumbuhan ekonomi, merupakan instrument dalam pembangunan daerah. Bagaimana strategi paslon nomor 2 dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kabupaten Nunukan. Sebutkan contoh konkritnya,” ujar Servianus.

Calon Wakil Bupati dari BAHAGIA, Hanafiah, menerangkan, hampir 80 persen petani dan nelayan di Kabupaten Nunukan, merupakan penyumbang terbesar kedua Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Dengan demikian, penanganan masalah ekonomi dari agrobisbis menuju agro industry wajib dilakukan.

Karena kalau berharap dari sektor tambang dan galian, lambat laun, Nunukan akan kolaps, karena komoditi tersebut tidak dapat diperbaharui.

Dan salah satu andalan ekonomi masyarakat Nunukan yang paling hebat saat ini, adalah rumput laut. Dimana Kabupaten Nunukan menghasilkan 5000 sampai 7000 ton perbulan.

“Selama ini, kita hanya menjual dalam bentuk raw material. Kita tidak menjual dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi. Kami akan mencoba mendatangkan investor dari luar, bagaimana rumput laut dikelola dengan baik, dan menghasilkan output yang baik pula, kata Hanafiah.

BAHAGIA berharap, keberadaan investor, akan banyak menyerap tenaga kerja.

“Saya kira, inilah siklus yang harus kita bangun, karena tanpa begitu, kita tidak bisa mengalami pertumbuhan yang kita harapkan,” tuntas Hanafiah.

Servianus menyayangkan penjelasan dan jawaban Hanafiah, tidak seperti yang diharapkan.

Iapun menjelaskan bahwa ekonomi inklusif, adalah ekonomi yang menciptakan kesempatan dan akses pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

Adapun strategi yang tepat dilakukan menurut GAAS, diantaranya, meningkatkan pelayanan publik, pasar, menciptakan lapangan kerja kompetitif, peningkatan jaringan, pengamanan sosial, bagi warga miskin, peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya.

“Pertanyaan kami masalah ekonomi inklusif, tapi dijawab masalah rumput laut dan industry lain,” sesalnya.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara