Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Tembus Krayan – Malinau Ditargetkan Tuntas 2028, Irwan Sabri : Tahun 2028 Akan Jadi Momentum Bersejarah Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi Basah, Ini yang Dilakukan BPBD Nunukan Kisah Udin, Eks TKI Terlantar yang Terus Berceloteh Menunggu Gajinya yang Belum Dibayar Selama Tiga Bulan Niat Ke Malaysia Menjadi TKI, Paisal Alami Gangguan Psikososial dan Terlantar di Nunukan Pemkab Nunukan Teken Kerjasama Pengendalian Malaria Lintas Batas Dengan Malaysia Kejar Target IKD 30 Persen, Disdukcapil Nunukan Buka Gerai Layanan Adminduk di Paras Perbatasan

Advertorial

Jalan Tembus Krayan – Malinau Ditargetkan Tuntas 2028, Irwan Sabri : Tahun 2028 Akan Jadi Momentum Bersejarah

badge-check


					Kunjungan Kementerian PU ke Krayan, membahas pembangunan jalan Krayan - Malinau yang bakal dituntaskan 2028. Dok.Prokopim Nunukan. Perbesar

Kunjungan Kementerian PU ke Krayan, membahas pembangunan jalan Krayan - Malinau yang bakal dituntaskan 2028. Dok.Prokopim Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Kunjungan Kementerian Pekerjaan Umum ke dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (7/10/2026), menghasilkan tindak lanjut berupa pembangunan dua ruas jalan yang menghubungkan Krayan dengan Malinau.

Akses darat ini menjadi harapan satu satunya untuk memutus keterisoliran Krayan, yang selama ini hanya bisa dijangkau menggunakan pesawat terbang perintis dari Kabupaten Kota Nunukan.

Dua ruas tersebut, mencakup akses dari kawasan Bandara Yuvai Semaring melalui Pa’ Bawan dan Krayan Tengah menuju Malinau. Serta konektivitas dari arah Malinau menuju Krayan.

‘’Pembangunan jaringan jalan tersebut, ditargetkan dapat dituntaskan pada 2028,’’ ujar Bupati Nunukan, Irwan Sabri, dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Irwan Sabri, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan, yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan kawasan perbatasan RI – Malaysia di Nunukan.

Menurutnya, kepastian pembangunan jalan Krayan – Malinau, menjadi langkah penting untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperpendek jalur mobilitas menuju pusat pemerintahan dan ekonomi.

Akses darat yang lebih baik juga diharapkan menekan biaya logistik, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta membuka pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.

Tak akan ada lagi masyarakat mengeluh tak bisa menjual hasil kebun akibat akses yang buruk, tak ada lagi kasus kenaikan harga bahan pokok setiap kali musim penghujan menghancurkan jalan utama Krayan.

“Alhamdulillah, apa yang selama ini kita perjuangkan untuk masyarakat Krayan mulai mendapat tindak lanjut. Dua ruas jalan ini menjadi bagian penting untuk membuka akses Krayan menuju Malinau. Kita berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan pada 2028 jalan tembus Krayan- Malinau sudah dapat dituntaskan,” kata Irwan Sabri.

Bagi Irwan, pembangunan jalan di Krayan, bukan sekadar membuka konektivitas antar wilayah, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat Krayan untuk berkembang.

Terbukanya akses darat Malinau – Krayan juga akan mengurangi ketergantungan bahan pokok dari Malaysia yang menimbulkan slogan terkenal di perbatasan, ‘Garuda di dadaku, Malaysia di perutku’.

“Kita ingin masyarakat Krayan semakin mudah bergerak, hasil pertanian dan perkebunan semakin mudah dipasarkan, biaya logistik semakin rendah, dan pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau. Ini adalah kepentingan masyarakat yang harus kita kawal bersama,” kata dia.

Irwan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nunukan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPP, Kementerian Pertahanan, serta kementerian lain dan lembaga terkait, untuk memastikan rencana pembangunan tersebut berjalan sesuai tahapan.

‘’Tahun 2028, bakal menjadi momentum bersejarah dengan terwujudnya konektivitas darat Krayan – Malinau,’’ kata dia.

“Krayan tidak boleh terus berada dalam keterbatasan akses. Kita ingin jalan ini benar-benar hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika jalan terbuka, maka peluang ekonomi, pelayanan dan kesejahteraan masyarakat juga semakin terbuka,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) menargetkan pembangunan jalan yang menghubungkan Malinau, Nunukan, hingga Krayan, Kalimantan Utara, dapat dituntaskan pada akhir 2028.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat konektivitas di kawasan perbatasan sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi.

Komitmen itu ditegaskan dalam peninjauan titik nol rencana pembangunan jalan lingkar Krayan dan ruas Krayan-Malinau oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI Nurdin dan Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP RI Edi Nurhabad, bersama Gubernur Kalimantan Utara dan Bupati Nunukan, Rabu (7/10/2026).

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial