Menu ✖

Mode Gelap
Kisah Udin, Eks TKI Terlantar yang Terus Berceloteh Menunggu Gajinya yang Belum Dibayar Selama Tiga Bulan Niat Ke Malaysia Menjadi TKI, Paisal Alami Gangguan Psikososial dan Terlantar di Nunukan Kejar Target IKD 30 Persen, Disdukcapil Nunukan Buka Gerai Layanan Adminduk di Paras Perbatasan Melintas di Depan Pos Jaga TNI di Sebatik, Tiga Unit Pikap Bermuatan 72 Karung Ballpress Asal Malaysia Diamankan Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonkav 8/NSW Gagalkan Penyelundupan Miras dan Ribuan Kosmetik Ilegal dari Malaysia Para Calon Sekda Nunukan Sudah Berada di LAN Makassar, Bersiap Ikuti Tahapan Asessmen

Advertorial

Niat Ke Malaysia Menjadi TKI, Paisal Alami Gangguan Psikososial dan Terlantar di Nunukan

badge-check


					Ilustrasi : Petugas Peksos DSP3A Nunukan lakukan penjangkauan terhadao ODGJ. Dok.DSP3A Nunukan. Perbesar

Ilustrasi : Petugas Peksos DSP3A Nunukan lakukan penjangkauan terhadao ODGJ. Dok.DSP3A Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Pekerja Sosial Dinas Pemberdayaan Perampuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, memulangkan seorang terlantar/Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), bernama Paisal, asal Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Para Peksos, sempat mengurusi semua kebutuhan Paisal sebulan lamanya, sembari melakukan penelusuran dan pencarian alamat keluarganya.

‘’Dibutuhkan beberapa kali upaya komunikasi melalui sambungan telepon untuk memastikan identitas, keberadaan keluarga, kondisi keluarga, serta kesiapan keluarga menerima kembali Paisal,’’ ujar Kabid Rehsos DSP3A Nunukan, Yarius, Rabu (7/10/2026).

Mendapat kepastian alamat keluarga asli Paisal, petugas kemudian menyusun rencana kepulangan, menimbang kondisi Paisal yang cukup ‘khusus’ karena mengidap psikososial.

Awalnya, tutur Yarius, penolakan terhadap pemulangan Paisal dari keluarganya cukup alot. Mereka mengatakan tidak ingin menerima paisal kembali dengan berbagai alasan, terutama takut penyakit Paisal kembali kambuh dan berulah lagi di kampung.

Peksos terus berupaya melakukan mediasi dengan tim relawan dan kelurahan setempat, untuk menerima kembali Paisal.

‘’Kita memastikan keluarga mau menerima Paisal dengan segala kekurangannya. Kita antar dia menggunakan kapal laut,’’ imbuh Yarius.

Ia menegaskan, pemulangan Paisal bukan sekadar memindahkan PPKS dari satu daerah ke daerah lain, tetapi merupakan bagian dari proses reintegrasi sosial melalui penguatan kembali fungsi keluarga sebagai sistem dukungan utama.

Proses ini menjadi pembelajaran bahwa penanganan PPKS membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, Dinas Sosial, fasilitas kesehatan, keluarga, serta pihak terkait lainnya.

Pada akhirnya, intervensi sosial tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar selama berada dalam layanan, tetapi diarahkan agar PPKS dapat kembali kepada lingkungan sosial dan keluarga dengan dukungan yang berkelanjutan.

‘’Dari penjangkauan, asesmen, pelayanan, penelusuran keluarga, hingga reunifikasi. Setiap proses merupakan bagian dari upaya memastikan Paisal mendapatkan kembali haknya untuk hidup bersama keluarga dan memperoleh dukungan sosial yang layak,’’ kata Yarius.

Dari data DSP3A Nunukan, Paisal, merupakan PPKS yang berasal dari Bulukumba dan datang ke Nunukan dengan tujuan untuk transit demi mencari pekerjaan di Malaysia.

Dalam perjalanannya, Paisal mengalami kondisi psikososial yang menyebabkan dirinya tidak dapat melanjutkan perjalanan. Iapun terlantar dan luntang lantung di sekitar Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, selama kurang lebih tujuh hari.

Informasi mengenai keberadaan Paisal, diperoleh dari masyarakat dan selanjutnya ditindaklanjuti oleh Tim Rehsos DSP3A Nunukan.

Paisal kemudian dievakuasi ke RPTC Nunukan, untuk memperoleh tempat yang aman serta pemenuhan kebutuhan dasar.

Sejak itu, Tim melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi yang dialami Paisal.

Selama kurang lebih satu bulan, Paisal mendapatkan pelayanan dan pendampingan sosial. Tim secara intens memantau kondisi sosialnya, serta mengidentifikasi sumber dukungan yang dapat membantu proses pemulihan dan keberlanjutan penanganan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial