Menu ✖

Mode Gelap
Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonkav 8/NSW Gagalkan Penyelundupan Miras dan Ribuan Kosmetik Ilegal dari Malaysia Hadiri HUT TNI 81 Tahun di Tugu Dwikora, Sekda Nunukan Ingin Soliditas Makin Erat, Fokus Pembenahan Jalan Wilayah Krayan Cerita Daeng Tata, Tuna Wicara Terlantar di Nunukan yang Berbau Harum Saat Dimakamkan Ini Nama Lima Calon Sekda Nunukan yang Lolos Seleksi Administrasi Kunjungan Wisman ke Nunukan Meningkat 14,82 Persen, BPS : Pemda Nunukan Harus Punya Inovasi Membuat Turis Betah Kabupaten Nunukan Alami Inflasi 0,59 Persen di September 2026, BPS Beri Lima Catatan Penting

Advertorial

Cerita Daeng Tata, Tuna Wicara Terlantar di Nunukan yang Berbau Harum Saat Dimakamkan

badge-check


					Sejumlah Peksos di Nunukan saat mengurus pemakaman Daeng Tata, orang terlantar yang tuna wicara dan lumpuh di TPU Sedadap. Dok.DSP3A Nunukan. Perbesar

Sejumlah Peksos di Nunukan saat mengurus pemakaman Daeng Tata, orang terlantar yang tuna wicara dan lumpuh di TPU Sedadap. Dok.DSP3A Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Pekerja Sosial dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, kembali memakamkan seorang terlantar yang tak diketahui asal usulnya.

Proses pemakaman, diunggah ke media sosial DSP3A Nunukan. Yang membuat para Peksos terkesan, jasad Daeng Tata mengeluarkan aroma harum saat dimasukkan liang lahat.

‘’Yang membuat kami terkesan, sebelum masuk liang lahat, jasad Daeng Tata mengeluarkan aroma harum kasturi. Entah amalan apa yang diperbuatnya, hanya Tuhan yang tahu,’’ ujar Kabid Rehsos, Dinas DSP3A Nunukan, Yarius, dikonfirmasi Senin (5/10/2026).

Ia menceritakan, Daeng Tata, merupakan orang terlantar yang tuna wicara dan lumpuh.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Daeng Tata, dulunya seorang mandor bangunan.

‘’Ia pernah bekerja sebagai kepala tukang di pedalaman Seimanggaris hingga Sebuku,’’ kata Yarius lagi.

Dinas Sosial Nunukan tak tahu dari mana asal usul Daeng Tata, atau sejak kapan berada di Nunukan.

Dari beberapa sumber yang mengetahui Daeng Tata, ia diduga mengalami sakit yang akhirnya membuat lidahnya kelu, dan kedua kakinya lumpuh.

‘’Jadi Daeng Tata ditemukan temannya dalam kondisi sakit di rumah kontrakan dekat areal Bandara Nunukan. Kita bawa ke rumah sakit, namun terkendala kepemilikan identitas,’’ tutur Yarius lagi.

‘’Kami tak tahu dimana keluarganya, pada akhirnya kita buatkan KTP Nunukan untuk memudahkan kepengurusan BPJS agar segera bisa ditangani medis,’’ lanjutnya.

Sejak September 2026, Dinas Sosial selalu melakukan pelayanan dan pendampingan, baik untuk layanan kesehatan, maupun kebutuhan sandang pangan.

Daeng Tata, kembali dilarikan ke RSUD Nunukan karena kondisi kesehatannya yang terus menurun.

‘’Kita larikan ke UGD menggunakan ambulan. Namun pada akhirnya, Daeng Tata dinyatakan meninggal dunia Hari Jumat 2 Oktober 2026 sekitar pukul 08.30 wita,’’ kata Yarius.

Tak ada satupun kerabat Daeng Tata yang tahu kabar duka tersebut. Bahkan teman satu satunya yang meminta bantuan Dinsos saat Almarhum dalam kondisi sakit, tak bisa dihubungi.

Mengingat hari Jumat dan para Peksos sebagian harus menunaikan kewajiban Sholat Jum’at, Daeng Tata, akhirnya langsung dimakamkan di TPU areal Jalan RA.Bessing, Nunukan Selatan.

‘’Semoga almarhum mendapat penerangan di alam kuburnya dan mendapat tempat terbaik di sisiNya,’’ tutupnya.

DSP3A Nunukan mencatat, pemakaman Daeng Tata, menjadi kasus orang terlantar keenam yang meninggal dunia di tahun 2026.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial