NUNUKAN, infoSTI – Operasi pencarian dan pertolongan Tim SAR BPBD Nunukan bersama Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonkav 8/NSW/2 Kostrad terhadap Saharuddin (50), warga Jalan Poros, Desa Sei Kapal, Kecamatan Seimanggaris, akhirnya berhasil menemukan target dalam kondisi selamat pada Jumat (2/10/2026) pagi.
Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, menjelaskan, pencarian dilakukan dengan menyisir area perkebunan secara intensif.
Tim rescue gabungan harus memperluas radius pencarian demi menemukan keberadaan korban.
‘’Kami melakukan penyisiran dengan radius kurang lebih 3 kilometer dari titik kumpul awal. Fokus pencarian diarahkan ke sekitar lokasi penemuan barang-barang milik korban dan jalur-jalur yang kemungkinan dilewati,” ujar Hasanuddin, melalui pesan tertulis.
Alhasil, tepat pada pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan berhasil mendeteksi keberadaan korban dalam kondisi selamat dan mengevakuasinya.
‘’Mengingat kondisinya yang lemas setelah beberapa hari di dalam area perkebunan, korban langsung kami evakuasi dan segera dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan,” tambah Hasanuddin.
Keberhasilan operasi pencarian tersebut mendapat apresiasi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, Asmar.
Ia menyatakan rasa syukur yang mendalam atas keselamatan korban.
‘’Mohon kepada masyarakat, khususnya para petani dan pekebun, untuk selalu mengutamakan keselamatan dan sebisa mungkin memberikan kabar secara berkala kepada pihak keluarga saat beraktivitas di area yang jauh dari pemukiman,’’ kata dia.
Dengan ditemukannya Saharuddin, operasi SAR di Seimenggaris dinyatakan berakhir dan ditutup.
Sebelumnya diberitakan, Saharuddin (50) warga Jalan Poros, Sei Kapal, Kecamatan Seimanggaris, dilaporkan hilang setelah pamit untuk membersihkan kebun milik saudaranya, Sabtu (26/9/2026).
Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah. Di lokasi kejadian, pihak keluarga hanya menemukan sepeda motor, pakaian ganti, dan sandal milik korban.
Hilangnya korban, baru dilaporkan ke petugas BPBD pada Kamis (1/10/2026).
Pada akhirnya, operasi pencarian yang melibatkan prajurit Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonkav 8/NSW/2 Kostrad dilakukan selama dua hari, dan akhirnya korban ditemukan selamat di kedalaman hutan.











