NUNUKAN, infoSTI – Olahraga Tradisional, Bakiak dan Gobak Sodor, diperlombakan pada perayaan HUT Nunukan 27, yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTP) Paras Perbatasan, Jumat (2/10/2026).
Kedua budaya permainan tradisional Indonesia ini, menjadi event Sport Festival KORMI Nunukan perdana, yang mengisi rangkaian Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan.
Ketua PORTINA (Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia) Kabupaten Nunukan, Aiyub, mengatakan, PORTINA sebagai salah satu Inorga (Induk Organisasi Olahraga) di bawah KORMI Nunukan, berkomitmen untuk dapat terus melestarikan olahraga tradisional sebagai media permainan rekreasi yang bisa turut membentuk karakter generasi muda di era saat ini.
‘’Di tengah maraknya anak anak kita yang menghabiskan waktunya untuk bermain Hp, kita ingin kembali memperkenalkan dan menghidupkan budaya peninggalan nenek moyang. Permainan tradisional yang memiliki makna filosofi mendalam,’’ ujarnya.
Permainan Bakiak, mengajarkan kita memahami pentingnya kerja sama, kekompakan, dan keselarasan langkah dalam mencapai satu tujuan bersama.
Dengan cara bermain anggota di posisi depan sering kali memegang peran sebagai pengambil keputusan atau pemberi aba-aba seperti teriakan ‘kiri-kanan’, sementara anggota di tengah dan belakang harus mendengarkan, percaya, serta menyelaraskan diri.
Kesalahan atau kehilangan keseimbangan dari satu orang saja bisa membuat seluruh anggota tim terjatuh.
‘’Hal ini mengajarkan bahwa nasib kelompok adalah tanggung jawab bersama. Ada empati dan saling mendukung, dimana jika ada rekan setim yang hampir jatuh atau tertinggal, anggota lain harus ikut menahan diri dan membantu menyeimbangkan, bukan justru meninggalkan,’’ jelas Aiyub.
Demikian juga dengan Gobak Sodor, yang mengajarkan pentingnya kerja sama tim, pemanfaatan peluang, serta ketangkasan dalam menghadapi rintangan hidup.
Keberhasilan melewati garis penjagaan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kekompakan dan koordinasi antaranggota. Pemain harus jeli melihat celah kosong dan bergerak cepat saat ada kesempatan untuk menerobos pertahanan lawan.
Setiap langkah menuntut keputusan cepat, kepatuhan pada aba-aba pemimpin, serta taktik yang matang. Mengajarkan sikap tidak mudah menyerah dan pantang mundur meski dihadapkan pada rintangan yang ketat.
‘’Kejujuran setiap pemain saat menjaga garis atau tersentuh lawan menjadi kunci utama kelancaran permainan. Ini melambangkan kejujuran dan sportifitas,’’ urainya.
Untuk diketahui, Sport Festival KORMI akan diisi oleh 9 INORGA, diantaranya lomba permainan Tradisonal (PORTINA) tanggal 3-4 Oktober 2026, Aerobic Competition 2026 Se Kaltara (Inorga ASIAFI dsn PORSI).
Festival Layang Layang Hias (Inorga PELANG), Kejuaraan Fitnes dan Fisik (Inorga PERBAFI).
Even Baveti 3 On 3 (Inorga BAVETI), Kejuaraan Marching Band Nunukan (Inorga IDCA), Border Airsoft Tournament 3 On 3 (Inorga FAI).
Crossborder Tactical Showdown 2026 (Inorga INASSOC), dan International Archery Nunukan (Inorga PERPATRI).











