Menu ✖

Mode Gelap
Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG Sebanyak 12 SPPG Wilayah Tengah Diresmikan, Dipusatkan di Pulau Sebatik

Advertorial

Pamit Membersihkan Kebun Saudara, Seorang Warga Pedalaman Seimanggaris Menghilang Hampir Sepekan

badge-check


					Sejumlah petugas BPBD melakukan penyisiran kebun dan hutan di Seimanggaris, mencari keberadaan Saharuddin yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (26/9/2026). Dok.BPBD Nunukan. Perbesar

Sejumlah petugas BPBD melakukan penyisiran kebun dan hutan di Seimanggaris, mencari keberadaan Saharuddin yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (26/9/2026). Dok.BPBD Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Seorang warga Jalan Poros, Desa Sei Kapal, Kecamatan Seimanggaris, Nunukan, Kalimantan Utara, Saharuddin (50), dilaporkan hilang sejak pamit membersihkan kebun saudaranya, Sabtu (26/9/2026).

Kasubid Penyelamatan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, mengatakan, Saharuddin, baru dilaporkan hilang di areal perkebunan Seimanggaris, pada Kamis (1/10/2026).

‘’Kita langsung lakukan pencarian. Di kebun yang digarap Saharuddin, hanya ditemukan sebuah sepeda motor, pakaian ganti serta sepasang sandal miliknya,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Kamis (1/10/2026) malam.

Hasan, mengatakan, penyisiran di hari pertama pencarian, dilakukan dengan memetakan area hutan di sekitar titik penemuan barang-barang korban.

Operasi lapangan ini melibatkan kekuatan personel gabungan, yang terdiri dari 10 anggota BPBD Nunukan, 3 personel Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, keluarga korban dan warga sekitar.

Tim pencari dibagi menjadi tiga kelompok, dan menyisir radius sekitar 3 km dari lokasi hilangnya korban.

‘’Pencarian terkendala medan yang cukup menantang. Kami berupaya memaksimalkan seluruh alat yang ada, termasuk perlengkapan keselamatan, alat penerangan, serta HT, untuk menjaga komunikasi di area yang minim sinyal,” kata Hasan lagi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Nunukan, Asmar, menegaskan dukungannya terhadap operasi kemanusiaan ini.

Ia terus memantau perkembangan dan memastikan pemenuhan logistik serta peralatan tim di lapangan.

‘’Kami sampaikan bahwa hasil pencarian hari ini masih nihil. Karena kondisi di lapangan sudah malam dan jarak pandang sangat terbatas, operasi kami hentikan sementara atas pertimbangan keselamatan tim,” kata Asmar.

Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada esok pagi, Jumat (2/10/2026). Tim gabungan direncanakan akan memperluas radius penyisiran, guna menemukan keberadaan korban.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial