NUNUKAN, infoSTI – Jubir Fraksi Demokrat DPRD Nunukan, Gat Khaleb mengatakan, sudah saatnya paradigma pembangunan pendidikan di perbatasan RI – Malaysia, bergeser dari orientasi yang hampir seluruhnya berfokus pada pembangunan fisik menuju peningkatan mutu sekolah dan kualitas lulusan (outcome), atau minimal keduanya harus berjalan secara berimbang.
Ia menegaskan, pembangunan gedung sekolah memang penting. Namun, kualitas lulusan tidak ditentukan oleh megahnya gedung semata.
Variabel utamanya adalah kualitas dan pemerataan guru, proses pembelajaran, serta ketersediaan sarana ajar yang lengkap dan memadai.
‘’Dengan teknologi saat ini, peningkatan kompetensi guru tidak sulit dan tidak mahal. Pelatihan dapat dilaksanakan secara daring melalui zoom atau aplikasi lainnya,’’ ujar Gat Khaleb saat membacakan pandangan fraksinya di Rapat Paripurna penyampaian pandangan fraksi DPRD Nunukan, Kamis (17/9/2026).
OPD terkait dapat menyelenggarakan kelas peningkatan kompetensi guru secara berkala, minimal sekali dalam setahun dengan melibatkan universitas, ahli mata pelajaran, ahli kurikulum, dan praktisi pendidikan. Bisa juga dilakukan secara personal ataupun melalui kelembagaan.
‘’Kita perlu belajar dari negara-negara maju. Mereka tidak hanya berlomba menambah bangunan, tetapi lebih serius meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil pendidikan,’’ tegasnya.
Sebagai perbandingan, Gat memberikan data di Negara Tiongkok memiliki sekitar 136 ribu sekolah dasar, sedangkan Indonesia sekitar 149.000 SD.
Padahal, penduduk Tiongkok hampir lima kali lipat penduduk indonesia. Perbandingan ini menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya sekolah, tetapi terutama oleh kualitas guru, proses pembelajaran, sarana ajar, tata kelola, dan mutu lulusan.
Gat kembali menegaskan, alasan Fraksi Demokrat terus menekankan persoalan ini. Karena kesenjangan kualitas pendidikan dan mutu lulusan antar kawasan di Kabupaten Nunukan masih sangat lebar, ibarat bumi dan langit.
‘’Setiap anak di Kabupaten Nunukan, dimanapun ia dilahirkan dan bersekolah, berhak memperoleh guru yang berkualitas. Sarana belajar yang memadai dan kesempatan yang sama untuk maju,’’ kata Gat.










