NUNUKAN, infoSTI – Keberadaan puluhan lapak UMKM di areal Tanah Merah Liem Hie Djung, Nunkan Barat, disoal Fraksi Hanura saat menyampaikan pandangan umum Nota Keuangan Bupati Nunukan Atas Raperda Tentang Perubahan APBD Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026, Kamis (17/9/2026).
Setelah mengimbau agar Pemda Nunukan dapat meningkatan Pendapatan Asli Daerah, merespon turunnya pendapatan daerah di angka Rp 61 miliar. Fraksi Hanura mempertanyakan alasan pemindahan UMKM ke Tanah Merah.
‘’Fraksi Hanura bertanya kepada Pemda terkait UMKM yang ada di Tanah Merah yang menggunakan sebagian badan jalan. Apakah kemudian tidak menjadi persoalan terkait dengan lalu lintas kendaraan,’’ ujar Jubir Fraksi Hanura, DPRD Nunukan, Ahmad Triadi.
Hanura ingin transparansi, bagaimana kejelasan sektor ekonomi UMKM ini kedepannya, bagaimana dengan aspek kebersihannya, kemudian sistem parkir atau punggutan liar yang terjadi.
‘’Apa dampak yang akan terjadi dalam beberapa waktu kedepannya, mohon dijawab,’’ lanjutnya.
Untuk pengelolaan APBD termasuk anggaran kebencanaan, Fraksi Hanura mengimbau penyerapan harus dilaksanakan sesuai pembahasan, sehingga berdampak langsung bagi pembangunan daerah.
Selain sorotan tersebut, Hanura juga mengimbau kepada pemerintah daerah agar terus meningkatkan mutu pelayanan dan fasilitas kesehatan disetiap Rumah sakit Umum dan puskesmas yang ada di Kabupaten Nunukan.
Pada aspek pendidikan, Hanura memandang masih sangat kurang, sehingga perlu adanya kaulitas pendidikan diseluruh Kabupaten Nunukan terkhusus daerah pelosok.
‘’Kami juga meminta kepada Pemerintah Daerah agar dapat menyalurkan Beasiswa bagi semua pelajar dan mahasiswa Kabupaten Nunukan secara adil dan proposional baik dari beasiswa kurang mampu dan juga Prestasi,’’ imbuhnya.
Ia melanjutkan, Fraksi Partai Hanura juga mengimbau agar Pemerintah Kabupaten Nunukan membangun infrastruktur jalan di wilayah Nunukan Selatan, Sebatik, Kabudaya Dan Krayan Sebagai akses sosial ekonomi melihat bahwa kabupaten nunukan juga merupakan wajah perbatasan Negara.
‘’Kami juga memberikan saran kepada Pemerintah untuk memperhatikan program MBG bagi pelajar dengan baik. Dalam hal ini memperhatikan mutu dan gizi agar tidak menimbulkan dampak negatif, seperti keracunan dan lainnya,’’ imbuhnya.
‘’Pemkab Nunukan harap membuka lapangan perkerjaan seluas-luasnya khusus bagi putra putri daerah,’’ tutupnya.











