NUNUKAN, infoSTI – Pemerintah Daerah Nunukan, Kalimantan Utara, merespons potensi kenaikan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah dengan mempertimbangkan penghematan operasional, termasuk kajian kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Hal tersebut, disampaikan Bupati Nunukan, Irwan Sabri, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pimpinan perangkat daerah, Senin (16/3/2026).
Rakor, membahas dua agenda, masing masing, ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pada Idul Fitri 1447 H di perbatasan RI – Malaysia.
Serta kesiapan pemerintah daerah dalam menyikapi kebijakan nasional terkait pasokan dan penyesuaian harga BBM.
Irwan Sabri mengatakan, pada prinsipnya, kesiapan menghadapi Idul Fitri 2026, tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
‘’Tapi saya sudah meminta seluruh perangkat daerah tetap melakukan pemantauan pasokan BBM secara intensif, baik sebelum maupun sesudah hari raya,’’ ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Meskipun Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Rohadiansyah telah memastikan bahwa stok BBM termasuk LPG selama libur lebaran mencukupi, Irwan menegaskan langkah antisipasi tetap diperlukan.
‘’Persoalan ketersediaan BBM, pemerintah daerah akan memikirkan langkah-langkah efisiensi. Termasuk kemungkinan penerapan Work From Anywhere (WFA), untuk mengefisienkan penggunaan BBM,’’ jelasnya.
Masalah sampah
Selain persoalan stok BBM, Irwan juga meminta sejumlah OPD lain bekerja efektif dan optimal.
Kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Irwan meminta agar persoalan sampah benar benar diperhatikan.
“Saya minta DLH fokus terkait penangan sampah. Jangan biarkan pengangkutan sampah berlarut larut dan sampai berhamburan,’’ pesannya.
Pesan tersebut langsung ditanggapi Kepala Dinas DLH, dr. Meinstar Tololiu.
Ia menegaskan, pengangkutan sampah dilakukan secara rutin.
Volume sampah di Nunukan, berkisar antara 15 hingga 20 ton per hari, dengan operasional sekitar 8 hingga 10 unit truk setiap harinya.
‘’Khusus saat hari raya, pengangkutan biasanya dilakukan hingga dua kali sehari. Bahkan dapat berlangsung pagi, siang, hingga malam hari,’’ kata Tololiu.
Tololiu juga memastikan bahwa operasional pengangkutan sampah saat Idul Fitri tetap berjalan seperti biasanya.
‘’Kebetulan, sebagian besar supir pengangkut sampah adalah non muslim, sehingga pengangkutan sampah tetap berjalan baik,’’ jelasnya.
Potensi kebakaran
Terhadap Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Irwan Sabri meminta kesiapan serta kesigapan petugas dalam kondisi apapun.
Plt. Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan, Wahyudi Kawariyin menegaskan, kesiapsiagaan telah dilakukan sejak sebulan terakhir.
Petugas Damkar juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
‘’Saat ini terdapat 382 personel yang siap bertugas di 11 sektor Damkar di wilayah Kabupaten Nunukan. Seluruh personel disiagakan 24 jam penuh untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi selama masa libur Idul Fitri,’’ urai Wahyudi.
RSUD harus beri pelayanan optimal
Irwan Sabri juga meminta agar pelayanan medis di RSUD Nunukan dan Puskesmas tetap membuka layanan secara optimal.
Pesan ini juga dijawab Plt Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau, bahwa pelayanan kesehatan akan tetap berjalan normal.
Instalasi Gawat Darurat (UGD) tetap beroperasi 24 jam, dengan penambahan personel selama hari raya.
‘’Sejumlah fasilitas seperti ruang ICU, PICU, serta dokter spesialis juga telah disiagakan, termasuk dukungan dokter dari wilayah Sebatik,’’ kata Andi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Miskia mengatakan, selama libur lebaran, seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Nunukan yang memiliki UGD tetap juga tetap memberikan pelayanan 24 jam, dengan sistem shift bergilir.
‘’Ketersediaan dokter juga telah dipenuhi, termasuk di wilayah pedalaman,’’ kata Miskia.











