Menu

Mode Gelap
Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai Banjir Tahunan di Perbatasan RI – Malaysia, DPRD Kaltara Desak Penanganan Komprehensif Lapas Nunukan Usulkan Remisi Hari Raya Idul Fitri Bagi 885 Warga Binaan Pemasyarakatan Arus Mudik Penumpang Kapal Pada Lebaran 2026 di Perbatasan RI – Malaysia Turun 20 Persen

Kaltara

Masyarakat Enam Desa di Krayan Barat Sampaikan Ucapan Terima Kasih Atas Pembangunan Jembatan Darurat

badge-check


					Kondisi Jembatan Poros Simpang Lembudud - Kurid, di Krayan Barat yang terputus akibat banjir. Masyarakat 6 Desa tak bisa beraktifitas, sampai akhirnya Bupati Nunukan, Irwan Sabri memerintahkan pembangunan jembatan darurat. Perbesar

Kondisi Jembatan Poros Simpang Lembudud - Kurid, di Krayan Barat yang terputus akibat banjir. Masyarakat 6 Desa tak bisa beraktifitas, sampai akhirnya Bupati Nunukan, Irwan Sabri memerintahkan pembangunan jembatan darurat.

NUNUKAN, infoSTI – Masyarakat enam desa di Wilayah Kurid, Krayan Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Nunukan, Irwan Sabri, yang telah menginstruksikan pembangunan jembatan darurat di wilayah tersebut.

Jembatan Poros yang menghubungkan Simpang Lembudud – Kurid yang sedang dibangun, sebelumnya putus diterjang banjir.

Aktifitas masyarakat terhenti, dan kegiatan ekonomi menjadi terhambat.

‘’Terima kasih kepada Pemkab Nunukan, terkhusus Bapak Bupati Haji Irwan Sabri yang sudah dengan sigap merespon dan menginstruksikan agar Jembatan Poros Jalan Simpang Lembudud-Kurid Kecamatan Krayan Barat, segera dibangun,’’ ucap sejumlah perwakilan masyarakat melalui video yang dikirim Ketua Komisi III DPRD Nunukan, Ryan Antoni, kepada media ini.

Masyarakat sangat bersyukur, keberadaan jembatan darurat kembali membuat aktifitas mereka berjalan.

Namun tentu masih diperlukan sentuhan pembangunan agar jembatan yang menjadi akses penting dan urat nadi perekonomian warga Krayan Barat, menjadi permanen.

Warga berharap Pemkab Nunukan mengganggarkan dana untuk pembangunan jembatan permanen, atau setidaknya semi permanen di APBD 2026 nanti.

‘’Sebab jembatan tersebut, merupakan akses jalan satu satunya, yang menghubungkan Krayan Barat dengan daerah lain,’’ kata Ryan Antoni.

Ryan menuturkan, jembatan tersebut, belum pernah diperbaiki sejak dibangun dengan kayu gelondongan oleh kontraktor jalan pada Tahun 2016.

Tingginya curah hujan beberapa bulan belakangan, menyebabkan banjir yang memutus jembatan tersebut.

Sejak awal Bulan Maret, lanjut Ryan, sebenarnya Pemkab Nunukan sudah merespon keadaan tersebut.

Bupati Nunukan, Irwan Sabri, telah meminta DPUPR menganggarkan dana guna membangun jembatan.

‘’Pembuatan jembatan darurat sedang berproses. Diperkirakan dalam waktu kurang lebih seminggu, pembangunan jembatan dimaksud dapat terselesaikan,’’ imbuhnya.

Ryan Antoni mengapresiasi langkah cepat Bupati dalam merespon kasus ini.

Menurutnya, Bupati Nunukan Irwan Sabri, merupakan contoh kepala daerah yang patut diapresiasi.

‘’Kepedulian beliau, dibuktikan dengan tindakan yang cepat dalam merespon kejadian, serta kondisi darurat di pedalaman, seperti jembatan putus di Krayan Barat,’’ kata dia.

Ryan Antoni juga sangat optimis, Pemkab Nunukan mampu merealisasikan keinginan masyarakat Krayan Barat untuk pembangunan jembatan permanen.

‘’Saya berharap Bupati Nunukan terus menunjukan performa positif dalam menjalankan tugasnya,’’ kata Ryan.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara