Menu

Mode Gelap
Saat MBG Dinikmati Sejumlah Siswa Siswi Anak TKI Malaysia di Pulau Sebatik Malaysia Naikkan Harga Tiket Kapal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Kapal Nunukan – Tawau Segera Menyusul Naikkan Tarif DPRD Kaltara Usulkan Pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Perkebunan Tingkat Provinsi Bahas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Sungai Kayan, Arming : Harus Mensejahterakan Masyarakat di Kawasan Sungai Banjir Tahunan di Perbatasan RI – Malaysia, DPRD Kaltara Desak Penanganan Komprehensif Lapas Nunukan Usulkan Remisi Hari Raya Idul Fitri Bagi 885 Warga Binaan Pemasyarakatan

Nunukan

Cerita Laning, Rumah Habis Terbakar AKibat Disambar Petir, Menempati Rumah Kebun Bersama Tiga Anaknya

badge-check


					Reruntuhan rumah Laning, warga Desa Sekaduyan Taka, Seimanggaris yang rumahnya terbakar akibat sambaran petir pada Jumat (5/4/2025). Kini Laning dan tiga anaknya tinggal di rumah kebun, tak jauh dari rumahnya, Perbesar

Reruntuhan rumah Laning, warga Desa Sekaduyan Taka, Seimanggaris yang rumahnya terbakar akibat sambaran petir pada Jumat (5/4/2025). Kini Laning dan tiga anaknya tinggal di rumah kebun, tak jauh dari rumahnya,

NUNUKAN, infoSTI – Warga Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Nunukan, Kalimantan Utara, urunan untuk membantu meringankan beban keluarga Laning, yang rumahnya habis terbakar akibat sambaran petir, pada Jumat (5/4/2025).

Duda dengan tiga orang anak ini, sekarang menempati rumah kebun, yang tak jauh dari puing puing reruntuhan rumahnya.

Anak pertama Laning, baru lulus SMA dan akan melanjutkan kuliah, anak keduanya duduk di bangku kelas VIII, dan anak bungsunya, masih kelas 3 SD.

‘’Kebetulan Bapak Laning punya rumah kebun tak jauh dari rumahnya. Jadi dia bersama ketiga anaknya, tinggal di rumah kebun,’’ ujar Sekretaris Desa Sekaduyan Taka, Tarto, dihubungi Senin (7/4/2025).

Musibah kebakaran yang menimpa keluarga Laning, terjadi saat hujan cukup deras mengguyur, disertai sambaran kilat yang cukup intens.

Tanpa disadari Laning, kilatan petir menyambar panel surya di lantai dua rumahnya yang difungsikan sebagai sarang burung walet dan gudang.

‘’Saat itu hujan deras sekali. Api berkobar cukup besar di lantai dua. Banyak anak anak kecil di dalam rumah karena masih suasana lebaran,’’ tutur Tarto.

Orang orang di dalam rumah, baru sadar ada kebakaran ketika atap kayu rumah dengan api yang menyala, jatuh ke ruang tamu di lantai dasar.

‘’Saat itu semua lari keluar rumah. Warga juga sudah berusaha menolong memadamkan api dengan alat seadanya. Tapi nyala api yang sudah sangat besar, tidak memungkinkan kami masuk rumah, menyelamatkan barang. Dan semua terbakar habis,’’ kata Tarto.

Mendengar rumah salah satu warga desa habis terbakar, masyarakat sekitar mengumpulkan donasi sekedarnya untuk diberikan kepada keluarga Laning.

Pemkab Nunukan, melalui Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan, berupa selimut, dan Sembako, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial.

Tarto mengatakan, Laning memiliki kondisi finansial yang mendukungnya untuk cepat bangkit.

Ia memiliki kebun kelapa sawit yang bisa dikatakan sudah menghasilkan, sehingga secara ekonomi, Laning tidak termasuk warga yang kurang mampu.

‘’Kita berharap musibah tersebut diterima dengan lapang dada, karena semua sudah terjadi. Kami sebagai tetangga juga yakin Bapak Laning akan segera bangkit lagi,’’ kata Tarto.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara