Menu ✖

Mode Gelap
Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG Sebanyak 12 SPPG Wilayah Tengah Diresmikan, Dipusatkan di Pulau Sebatik

Nunukan

Kebakaran Jelang Subuh di Pulau Sebatik Tewaskan Seorang Lansia, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

badge-check


					Rumah Lansia 80 tahun di Binalawan Sebatik Barat ludes terbakar. Pemilik rumah tewas dalam insiden tersebut Perbesar

Rumah Lansia 80 tahun di Binalawan Sebatik Barat ludes terbakar. Pemilik rumah tewas dalam insiden tersebut

NUNUKAN, STI – Seorang Lanjut Usia (Lansia) bernama Irasyid (80), warga Jalan Pangkalan, RT 02, Desa Binalawan, Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, tewas dalam peristiwa kebakaran, Jum’at (20/9/2024), sekitar pukul 04.00 Wita.

Camat Sebatik Barat, Sawaluddin, menuturkan, Lansia yang dikenal dengan nama Pacik Kumis tersebut, tinggal sendirian di rumah.

Meski mempunyai anak, saat kejadian, anaknya sedang pergi untuk sebuah keperluan, ke Malaysia.

‘’Pacik Kumis jadi korban kebakaran rumahnya sendiri. Dia tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api yang cukup besar,’’ ujarnya, saat dihubungi.

Rumah korban, kata Sawaluddin, berada di areal pemukiman padat penduduk.

Kendati demikian, ada jarak cukup lebar yang memisahkan rumahnya dengan rumah rumah tetangganya yang lain.

Api yang membakar di waktu menjelang subuh, meluluh lantakkan rumah berukuran sekitar 8×20 m2 tersebut, dan membuat kondisi jasad Pacik Kumis hangus, dan sangat mengenaskan.

Warga kemudian menggotong jasad Pacik Kumis ke RSUD untuk otopsi, sebelum dikebumikan di pemakaman umum.

‘’Sumber api masih dalam penyelidikan polisi. Karena saat kebakaran, diketahui pintu bagian dapur terbuka. Itu yang masih menjadi tanda tanya,’’ kata Sawaludin lagi.

Sawaluddin juga telah bersurat ke Bagian Kesra Pemkab Nunukan untuk melaporkan peristiwa tersebut, agar segera menurunkan bantuan social untuk keluarga korban.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Budi Prasetya, mengatakan, dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Ia mengakui, saat tiba di lokasi kejadian, api sudah menjalar, sehingga petugas langsung melokalisir kobaran api. Api, baru bisa padam setelah sekitar 30 menit.

“Belum tau pasti penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari obat nyamuk atau puntung rokok,” kata Budi.

Facebook Comments Box

Trending di Nunukan