NUNUKAN, infoSTI – Gedung Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Nunukan, Kalimantan Utara, nyaris musnah terbakar, akibat nyala api tiba tiba, Senin (19/10/2026).
Bangunan yang ada di Jalan RE Martadinata, Nunukan Timur tersebut, berada di areal padat penduduk, tak jauh dari Mapolsek Nunukan Kota.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan, kebakaran terjadi menjelang waktu Subuh dan mengagetkan warga sekitar.
‘’Kita mendapat laporan kebakaran Gedung LVRI Nunukan sekitar pukul 04.45 wita,’’ ujarnya melalui pesan tertulis.
Warga sekitar yang terbangun akibat nyala api yang berkobar di gedung semi permanen ini segera melakukan upaya pemadaman secara manual. Dan sebagian menghubungi petugas Damkar.
Merespon laporan, Disdamkar langsung mengirim dua unit armada pemadam, bergerak cepat menuju lokasi kebakaran.
“Kejadiannya, persis saat sholat subuh akan dilaksanakan. Petugas Damkar yang tiba di lokasi kebakaran langsung bertindak melakukan pemadaman,” kata Wahyudi lagi.
Saat petugas Damkar tiba, api telah berkobar di bagian depan bangunan LVRI.
Respon cepat petugas, akhirnya mampu menyelamatkan gedung dan api sepenuhnya dikendalikan dalam waktu sekitar 15 menit.
‘’Dugaan sementara kebakaran, disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik atau korsleting,’’ jelas Wahyudi.
Untuk diketahui, sebelum menjadi markas bagi para veteran RI, bangunan yang terbakar tersebut, merupakan simbol modernisasi hiburan di Nunukan pada masanya.
Masyarakat Nunukan tempo dulu mengenalnya sebagai gedung bioskop pertama atau bioskop lama.
Tempat ini menjadi pusat keramaian dan ruang kebersamaan warga perbatasan RI – Malaysia untuk menyaksikan berbagai pemutaran film komersial, sebelum era digital dan bioskop modern masuk.
Seiring berjalannya waktu dan redupnya bisnis bioskop konvensional, pengelolaan bangunan ini diserahkan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Nunukan.
Selain digunakan sebagai kantor bagi para pejuang kemerdekaan dan pembela tanah air, seperti eks pejuang konfrontasi Dwikora, gedung ini juga kerap dipinjamkan untuk kepentingan umat dan sosial.
Salah satu catatan sejarah pentingnya adalah pada tahun 2017 hingga 2019, gedung ini menjadi tempat lahirnya Yayasan Izzatul Quran Nunukan.
Selama dua tahun awal perintisannya, ruangan eks bioskop ini digunakan secara gratis sebagai tempat belajar mengajar Madrasah Qurani untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an bagi anak-anak di Nunukan.











