Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG Sebanyak 12 SPPG Wilayah Tengah Diresmikan, Dipusatkan di Pulau Sebatik Hadiri Wisuda 103 Mahasiswa PNN, Gubernur Kaltara Berharap Para Wisudawan Mengambil Posisi Strategis Dalam Pembangunan Daerah Rekrut Tenaga Kerja, Pemkab Nunukan Gandeng 15 Perusahaan dan Instansi Gelar Perlombaan Otot di HUT Nunukan 27, PERBAFI Panaskan Mesin Jelang Porprov Kaltara 2026

Kaltara

Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG

badge-check


					Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltara, Sanusi, saat menghadiri peresmian SPPG Sungai Nyamuk Sebatik Timur, Rabu (14/10/2026). Perbesar

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltara, Sanusi, saat menghadiri peresmian SPPG Sungai Nyamuk Sebatik Timur, Rabu (14/10/2026).

NUNUKAN, infoSTI – Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltara, Sanusi mengusulkan agar pihak sekolah diberi kesempatan untuk ikut menjadi penyedia bahan baku MBG.

Hal tersebut, ia kemukakan pada saat peresmian 12 SPPG wilayah Tengah Indonesia oleh BGN, di Jalan Bhakti Husada, Sebatik Timur, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (14/10/2026).

“Alangkah bijaknya apabila pihak sekolah juga diberi kesempatan sebagai penyedia bahan baku MBG,” ujar Sanusi selaku wakil Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, di hadapan Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Dr Nurjaeni.

Menurut Sanusi, jika kesempatan tersebut terbuka, pihak sekolah bukan hanya diminta sebagai pencicip MBG, tapi sekolah diberi akses untuk mendidik para murid menjadi mandiri.

Menciptakan ketahanan pangan di lingkungan sekolah, dan mendapat income yang outputnya kembali ke murid dan sekolah.

“Selain memberi kesempatan untuk mensejahterakan sekolah, anak anak dididik bagaimana menjadi mandiri, diberi arahan menciptakan pekerjaan bukan sekedar pencari kerja,” imbuhnya.

Sekolah bisa mengajarkan murid menjadi enterpreneur, dengan banyak inovasi. Salah satunya bercocok tanam sayur dan buah, beternak lele.

Dengan demikian, lanjutnya, anak anak akan mengerti bagaimana proses bekerja, memanen hingga mengelola hasil panen mereka.

“Sekolah tetap menjadi institusi pendidikan. Hasil yang diperoleh bukan sekedar anak yang pandai dalam akademik  tapi anak tangguh yang memiliki bekal menjadi mandiri,” tegasnya.

Sanusi menambahkan, program MBG yang digadang gadang sebagai investasi SDM, tentu membutuhkan langkah konkret dan komitmen teguh membangun SDM.

Dengan SDM berdaya saing, anak anak akan menjadi pondasi bangsa, menjadi bahan bakar dalam kemajuan pembangunan dan menjamin kualitas SDM di masa depan.

“Pembangunan tak hanya sebatas membangun infrastruktur, tapi investasi manusia, lingkungan dan kesehatan. Hal ini merupakan ikhtiar memperkuat generasi bangsa, demi menyiapkan Indonesia emas,” kata dia.

Lebih jauh, Sanusi mengatakan, bagi Kaltara, kehadiran SPPG di perbatasan memiliki filosofi mendalam. Wilayah 3T tak hanya strategis di geografis.

“Kehadiran SPPG 3T menjadikan kehadiran negara lebih terasa nyata, menekan stunting demi merajut masa depan generasi bangsa,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Trending di Kaltara