NUNUKAN, infoSTI – Pemkab Nunukan, Kalimantan Utara, menjalin kemitraan dalam peningkatan tata kelola Rumah Sakit dan layanan kesehatan di perbatasan RI – Malaysia.
RSUP Dr.Kariadi, Semarang, ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan, sebagai upaya Pemkab Nunukan dalam penguatan manajemen rumah sakit dan pemenuhan sarana dan prasarana secara bertahap dalam rangka peningkatan mutu pelayanan RS Pratama Sebuku dan RS Pratama Sebatik menjadi rumah sakit tipe d.
‘’Kemenkes telah menunjuk rumah sakit rujukan nasional kelas a Dokter Kariadi, Semarang, untuk mendampingi RSUD Kabupaten Nunukan dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola rumah sakit dan penguatan layanan kesehatan di wilayah perbatasan,’’ ujar Irwan Sabri, pada Sidang Paripurna Khusus HUT 27 Nunukan, Senin (12/10/2026).
Untuk diketahui, RSUP Dr.Kariadi, merupakan rumah sakit vertikal Kelas A Pendidikan di bawah Kementerian Kesehatan yang memiliki peran penting dalam sistem jejaring rujukan nasional.
Dalam konteks pendampingan rumah sakit, RSUP Dr. Kariadi bertindak sebagai Rumah Sakit Pendamping (Mitra) untuk membantu peningkatan kapasitas pelayanan klinis maupun manajemen pada rumah sakit yang didampingi (termasuk Rumah Sakit Tipe D).
Adapun model program pendampingan yang dijalankan oleh RSUP Dr. Kariadi, diantaranya,
- Model Sister Hospital & Penguatan Jejaring: RSUP Dr. Kariadi terlibat aktif dalam program seperti Sister Hospital untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas pelayanan vital, terutama di bidang maternal dan neonatal (ibu dan anak). Melalui model ini, tim klinisi spesialis dari RSUP Dr. Kariadi memberikan transfer ilmu, pelatihan, dan pendampingan langsung bagi tenaga medis di rumah sakit regional/daerah yang tingkat tipenya lebih rendah.
- Pendampingan Klinis dan Manajemen: Pendampingan mencakup aspek manajemen operasional rumah sakit hingga penguatan kompetensi layanan medis terintegrasi. Hal ini sejalan dengan komitmen kementerian untuk menyamaratakan mutu pelayanan kesehatan primer dan sekunder di daerah.
- Sinergi Kemitraan Kesehatan: RSUP Dr. Kariadi secara berkala memperkuat kolaborasi ini melalui agenda strategis, salah satunya lewat forum Seminar Strategis Sinergi Kemitraan dan Jejaring Layanan Kesehatan. Langkah ini ditujukan untuk memantapkan integrasi sistem rujukan agar fasilitas kesehatan seperti RS Tipe D dapat menangani pasien secara optimal sebelum memutuskan melakukan rujukan berjenjang ke faskes tingkat atas.
Irwan melanjutkan, Pemkab Nunukan juga terus melakukan penguatan fungsi dan manajemen RSUD dan Rumah Sakit Pratama.
Ia berkomitmen untuk memastikan pemenuhan tenaga medis dan dokter spesialis di setiap rumah sakit, pada kegiatan diarahkan pada peningkatan kualitas SDM kesehatan, khususnya tenaga dokter spesialis, serta pemenuhan sarana dan prasarana layanan kesehatan secara bertahap.
‘’Pemkab Nunukan telah melaksanakan proses rekrutmen tenaga dokter secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Realisasi yang dicapai adalah sebanyak 11 orang dokter spesialis yang ditempatkan pada RS Pratama Sebuku dan RS Pratama Sebatik,’’ jelasnya.
‘’Untuk RS Pratama Krayan, pemenuhan tenaga dokter spesialis sedang diusulkan kepada kementerian kesehatan sembari dipersiapkan sarana dan prasarana pendukungnya,’’ kata Irwan.











