NUNUKAN, infoSTI – Bupati Nunukan, Irwan Sabri membeberkan sejumlah capaian dua tahun pemerintahannya bersama Hermanus, dalam Rapat Paripurna Khusus HUT Nunukan 27 Tahun, Senin (12/10/2026).
Ia mengatakan, capaian indikator makro Kabupaten Nunukan pada Tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup positif.
Hal ini tercermin dari perbaikan pada sejumlah indikator utama, baik dari aspek ekonomi, kesejahteraan masyarakat, ketenagakerjaan, pemerataan pendapatan, maupun pembangunan manusia.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, pada Tahun 2025 perekonomian Kabupaten Nunukan, tumbuh sebesar 3,98 persen.
Pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak tangguh dan dinamis di tengah berbagai dinamika ekonomi global.
‘’Kendati demikian, angka pertumbuhan ekonomi Tahun 2025 perlu menjadi perhatian kita bersama. Masih terdapat ruang cukup besar untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui penguatan sektor-sektor unggulan daerah, peningkatan nilai tambah sumber daya lokal, pengembangan UMKM, investasi, serta penciptaan lapangan kerja yang lebih produktif,’’ bebernya.
Dari sisi kemiskinan, pada Tahun 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Nunukan berhasil ditekan menjadi 5,27 persen atau turun dibandingkan tahun 2024 sebesar 5,73 persen.
Dengan demikian, terdapat penurunan sebesar 0,46 poin. Tahun 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sekitar 11,81 ribu jiwa.
‘’Capaian ini menunjukkan bahwa berbagai intervensi pembangunan yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat mulai memberikan hasil,’’ kata dia.
Pada aspek ketenaga kerjaan, tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Nunukan tahun 2025 tercatat sebesar 2,61 persen. Turun dari 2,71 persen pada tahun 2024.
Penurunan sebesar 0,10 poin ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasar kerja di Kabupaten Nunukan.
‘’Kita tidak boleh hanya melihat penurunan angka pengangguran. Yang lebih penting adalah bagaimana memastikan tenaga kerja yang tersedia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja, serta bagaimana menciptakan lapangan kerja yang produktif, formal, dan berkelanjutan,’’ imbuhnya.
Dari sisi pembangunan manusia, indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Nunukan tahun 2025 mencapai 69,87, meningkat dari 69,27 pada tahun 2024, atau bertambah 0,60 poin atau berada di predikat sedang.
Dari aspek pemerataan pendapatan, gini ratio Kabupaten Nunukan Tahun 2025 tercatat sebesar 0,257 lebih rendah dibandingkan tahun 2024 sebesar 0,381.
Perkembangan ini menjadi bagian penting dalam melihat pemerataan hasil pembangunan dan distribusi pendapatan masyarakat.
‘’Kedepan, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat di wilayah perbatasan, pedalaman, pesisir, dan pulau-pulau terluar,’’ katanya lagi.









