NUNUKAN, infoSTI – Perayaan HUT Nunukan ke 27 tahun, menjadi momentum yang sangat istimewa untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri atas perjalanan kabupaten Nunukan.
Hal ini diucapkan Bupati Nunukan, Irwan Sabri, dalam rapat Paripurna khusus HUT Nunukan 27, di ruang Rapat Paripurna DPRD Nunukan, Senin (12/10/2026).
Ia mengatakan, pada awal berdirinya, Kabupaten Nunukan selalu identik sebagai salah satu daerah 3-T, tertinggal, terdepan dan terluar.
Nunukan dianggap sebagai daerah yang masih terisolir, miskin, dan terbelakang.
Namun stigma tersebut tidak pernah menjadi beban, melainkan justru menjadi pemacu untuk bekerja lebih keras dalam mengejar keterbelakangan tersebut.
‘’Hasilnya, saat ini Kabupaten Nunukan tidak lagi disebut sebagai daerah 3-T, namun lebih dikenal sebagai daerah perbatasan yang potensial, bermartabat, dan memberikan harapan,’’ ujarnya.
Pada Tahun 1999, yang menandai awal berdirinya, Kabupaten Nunukan hanya memiliki 5 kecamatan, dan saat ini sudah menjadi 21 kecamatan.
Pertambahan jumlah kecamatan ini menjadi bukti bahwa kabupaten nunukan memiliki dinamika dan akselerasi pembangunan yang sangat cepat.
Pertambahan pusat layanan administrasi pemerintah tersebut juga dibarengi dengan pertumbuhan jumlah penduduk secara signifikan, dari 107.000 jiwa pada tahun 1999, menjadi 235.283 jiwa pada tahun 2025, atau naik 128.000 jiwa dalam kurun waktu 27 tahun.
Pertambahan jumlah penduduk tersebut, memberikan gambaran, bahwa Kabupaten Nunukan merupakan daerah yang sangat potensial dan menjanjikan untuk mencari penghidupan.
Sebagai daerah yang terbuka, Pemkab Nunukan tidak pernah membeda – bedakan.
‘’Siapapun dia, apapun agama dan sukunya, apapun latar belakangnya, silahkan datang dan mencari kehidupan di Kabupaten Nunukan. Sepanjang kita memiliki semangat yang sama untuk hidup dengan rukun, damai, dan saling menghormati satu sama lain,’’ katanya lagi.
Ia meminta dukungan semua pihak, mengajak semua bekerja keras, dan percaya dengan sinergytas dan kebersamaan, kita dapat mengatasi semua tantangan bersama.
Irwan Sabri menyadari bahwa tidak ada jalan pintas untuk perubahan yang bermakna. Semua butuh waktu dan perjuangan yang tidak mudah.
Kendati demikian, ia meyakinkan bahwa setiap pemimpin memiliki cara dan prioritasnya masing – masing.
‘’Tapi percayalah, visi besar yang akan dicapai tetaplah sama. Yaitu Kabupaten Nunukan yang inovatif, sejahtera, adil dan mandiri,’’ lanjutnya.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Pemerintahan Irwan Sabri – Hermanus, sudah menyusun lima misi yang menjadi barometer pemerintahannya.
Implementasi dari visi dan misi tersebut dituangkan dalam 17 arah baru menuju perubahan.
- Peningkatan kualitas SDM yang cerdas, sehat dan berkarakter.
- Peningkatan dan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi sumber daya lokal.
- Penguatan tata kelola pemerintahan, melayani, cepat dan tuntas.
- Percepatan dan penuntasan pembangunan infrastruktur dasar yang adil dan merata.
- Menciptakan tata kehidupan yang harmoni dengan menjaga dan melestarikan nilai – nilai budaya dan kearifan lokal.
Irwan menambahkan, masih banyak persoalan dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Diantaranya adalah angka stunting yang masih relatif tinggi berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Belum meratanya sarana infrastruktur, dan masih rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) menjadi beberapa persoalan yang harus dituntaskan.
‘’Sebagai pemerintahan yang memegang amanah selama kurang dari dua tahun ini, kami sangat berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh persoalan tersebut,’’ kata dia.









