Menu

Mode Gelap
Masuk Masa Panen, Sebuah Rumah Walet di Sebatik Terbakar, Asal Api Jadi Misteri Tiga Kali Keluar Masuk Bui, Residivis di Nunukan Sewa Mobil Untuk Mencuri, Sebagian Hasilnya Digunakan Membeli Narkoba Anggota DPRD Nunukan Andre Pratama Temui Perwakilan Pertamina, Bahas Rencana Pembangunan SPBU Nelayan di Pulau Sebatik Operasi Gabungan di Lapas Nunukan, Petugas Sisir Ruang Tahanan, Para Napi Langsung Jalani Tes Urine Dua Kali Terjerat Kasus Narkoba, Oknum Satpol PP Nunukan Akhirnya Dipecat Bupati Nunukan Irwan Sabri, Apresiasi Penempatan PIMPASA di Empat Desa Rawan TPPO dan TPPM

Advertorial

Masuk Masa Panen, Sebuah Rumah Walet di Sebatik Terbakar, Asal Api Jadi Misteri

badge-check


					Sejumlah petugas Damkar melakukan pendinginan rumah walet yang terbakar di Liang Bunyu, Sebatik. Dok.Disdamkar Nunukan. Perbesar

Sejumlah petugas Damkar melakukan pendinginan rumah walet yang terbakar di Liang Bunyu, Sebatik. Dok.Disdamkar Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah gedung sarang burung walet di Jalan Muhammad Atung, RT 04, Desa Liang Bunyu, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, terbakar, Selasa (22/9/2026) sore.

Komandan Pleton Damkar Sektor Sebatik Barat, Basir, melaporkan, informasi kebakaran diterima sekitar pukul 15.56 Wita.

‘’Rumah walet yang terbakar milik Ibu Aisyah warga Desa Liang Bunyu,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Petugas langsung menuju TKP untuk melakukan pemadaman dan mencegah api menyebar ke lingkungan sekitar.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar setengah jam.

‘’Sampai saat ini, kami belum bisa menduga atau memastikan sumber api. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan pihak yang berwenang,’’ imbuhnya.

Basir memastikan tak ada korban luka ataupun jiwa dalam kejadian ini. Sementara jumlah kerugian materi masih dalam penghitungan.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, kebakaran rumah walet Ibu Aisyah, berawal dari keluarnya asap hitam pekat dari dalam bangunan dua lantai berukuran 5×10 meter persegi tersebut.

Sebagian warga sekitar, bahkan sempat berinisiatif melakukan upaya pemadaman secara manual.

‘’Pemilik bangunan tinggal sekitar tiga meter dari rumah walet. Pemilik juga bingung dari mana sumber api, apalagi sudah sekitar lima bulan gedung tersebut tak dialiri listrik,’’ tutur Basir.

Basir juga mengatakan, akumulasi kerugian akibat peristiwa ini tentu tak sedikit. Terlebih, bulan depan, sarang burung walet dalam gedung dimaksud, sudah akan dipanen.

‘’Menurut Ibu Aisyah, bulan depan dia akan memanen sarang burung waletnya,’’ katanya menyesalkan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial