Menu ✖

Mode Gelap
Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Bupati Nunukan Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolda Kaltara

Advertorial

Iraw Tidung Borneo Bersatu Diharap Menjadi Sebuah Warisan Budaya Adat Untuk Bekal Generasi Muda Tidung

badge-check


					Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026, resmi ditutup pada 12 Oktober 2026 di Baloi Adat Tidung, Desa Binusan, Kabupaten Nunukan. Dok.Prokopim Nunukan. Perbesar

Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026, resmi ditutup pada 12 Oktober 2026 di Baloi Adat Tidung, Desa Binusan, Kabupaten Nunukan. Dok.Prokopim Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026, resmi ditutup pada 12 Oktober 2026 di Baloi Adat Tidung, Desa Binusan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Raden Iwan Kurniawan, menyampaikan, kendati acara telah berakhir, namun semangat persaudaraan dan tekad untuk terus menjaga dan merawat budaya Tidung, menjadi oleh oleh paling berharga bagi para peserta.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, dan masyarakat Tidung yang telah bahu membaku, bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Kemeriahan dan kesuksesan Iraw, adalah hasil kerja bersama, dan itulah kekuatan yang patut dibanggakan,’’ ujar Iwan.

Ia menegaskan bahwa budaya tidak akan bertahan hanya karena perayaan setiap tahun. Budaya akan tetap hidup dan terjaga kalau ada kemauan mengenalinya, menjalankannya, dan mewariskannya kepada anak cucu.

‘’Jangan biarkan generasi muda hanya menjadi penonton dalam pelestarian adat. Berikan mereka ruang untuk belajar, berkarya, dan ikut menjaga warisan leluhur,’’katanya lagi.

‘’Kita ingin anak muda Tidung maju dalam pendidikan, sukses dalam pekerjaan, mampu bersaing di mana saja, tetapi tetap bangga dengan identitasnya”, tambahnya.

Yang tidak kalah penting, kata Iwan, tradisi perlu dirawat, rasa persaudaraan perlu dipupuk agar semangat kebanggaan terhadap suku, adat istiadat dan budaya terus lestari.

Mungkin, tambahnya, kita tidak harus memiliki adat dan budaya yang sama untuk bisa berjalan bersama. Kita tidak harus berasal dari suku yang sama untuk saling membantu.

‘’Namun keberagaman dan perbedaan yang ada justru harus dijadikan alasan untuk saling melengkapi,’’ tegasnya.

Iwan Kurniawan mengucapkan terima kasih serta permohonan maaf mewakili Pemkab Nunukan, apabila selama pelaksanaan Iraw ditemukan kekurangan.

Ia mengajak semua pihak bisa memperbaikinya pada pelaksanaan di masa yang akan datang.

“Yang sudah baik harus terus dilanjutkan, dan yang belum maksimal harus sama – sama diperbaiki dan disempurnakan. semoga Iraw berikutnya semakin meriah, semakin banyak pesertanya, dan semakin memberi manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat,’’ harapnya.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial