Menu ✖

Mode Gelap
Seluas Tiga Hektar Lahan Sawit di Desa Butas Bagu Pedalaman Nunukan Terbakar di Tengah Malam Nyaris Hangus Terbakar, Kebakaran Gedung LVRI Nunukan Berhasil Dipadamkan   Siapkan Atlet Unggulan, PBFI Nunukan Yakin Mendulang Emas di Porprov Kaltara 2026 Sawah Seluas 3 Hektar Milik Warga Pedalaman Lumbis Terbakar, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar Tukang Urut di Nunukan Membungkus Rapat Jasad Ibunya Dengan Lapisan Kain, Ditemukan Setelah Sepekan Dalam Kondisi Membusuk Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan, Bupati Nunukan Hadiri Acara Kenal Pamit Kapolda Kaltara

Advertorial

Genjot Sektor Pertanian dan Perikanan, Ini yang Telah Dilakukan Pemkab Nunukan Selama Dua Tahun Pemerintahan IRAMA

badge-check


					Bupati Nunukan, Irwan Sabri, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, Unsur Ketua DPRD Nunukan, Rahma Leppa Hafid, Arpiah dan Andi Mariyati, dan Asisten Kesra Pemprov Kaltara, saat memotong tumpeng di HUT 27 Nunukan. Dok.Prokopim Nunukan. Perbesar

Bupati Nunukan, Irwan Sabri, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, Unsur Ketua DPRD Nunukan, Rahma Leppa Hafid, Arpiah dan Andi Mariyati, dan Asisten Kesra Pemprov Kaltara, saat memotong tumpeng di HUT 27 Nunukan. Dok.Prokopim Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Pemkab Nunukan, Kalimantan Utara, terus menggenjot sektor pertanian dan perikanan untuk meningkatkan ketahanan pangan, produktivitas, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagaimana diuraikan Bupati Nunukan, Irwan Sabri,    Pemkab Nunukan berupaya aktif mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas hasil pertanian, perikanan serta peternakan untuk menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Salah satu sasaran utamanya adalah persoalan rumput laut. Sejauh ini, Pemkab Nunukan berusaha menjaga stabilitas rumput laut melalui peraturan daerah.

‘’Dapat kami sampaikan bahwa program ini menjadi strategis, mengingat rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Nunukan yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir dan peningkatan ekspor daerah,’’ ujar Irwan Sabri pada Rapat paripurna Khusus HUT Nunukan 27 Tahun, Senin (12/10/2026).

Untuk mengatasi ragam masalah yang muncul terhadap produksi dan pemasaran, pemerintah daerah bekerjasama dengan Politeknik Negeri Nunukan, melakukan kajian untuk menjaga mutu dan kualitas rumput laut.

‘’Pemkab Nunukan saat ini menyusun peraturan kepala daerah tentang tata niaga  rumput laut,’’ jelasnya.

Adapun untuk pengadaan sarana dan prasarana guna menunjang produksi dan kualitas rumput laut masyarakat, tetap dilaksanakan penyaluran bantuan, seperti pengadaan bibit rumput laut, pengadaan mesin tempel, pengadaan tali rumput laut, pengadaan terpal, dan pengadaan waring.

Semua jenis bantuan diatas, sudah diserahkan oleh Dinas Perikanan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana perikanan tangkap, yaitu pengadaan alat penangkapan ikan ramah lingkungan, pengadaan mesin ketinting dan mesin temple.

Lebih lanjut, Pemda juga telah melakukan program pemberian bantuan bibit, pupuk, serta alat mekanisasi pertanian secara gratis.

Program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Nunukan.

‘’Tahun 2026, pemberian bantuan sedang berprogres di Dinas Ketahanan Pangan. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas produksi pertanian serta mendorong penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern,’’ kata dia.

Pemerintah Daerah akan terus memperluas cakupan bantuan serta meningkatkan kualitas intervensi guna mendukung kemandirian dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Untuk program pengembangan kampung pertanian hortikultura dan palawija berbasis kewilayahan, tahun 2026 sedang berprogres pemberian bantuan bibit cabe, bantuan bibit jagung, bantuan bibit tomat dan bantuan cangkul.

Program prioritas lain, adalah pemberian bantuan modal dan peningkatan ketrampilan pelaku UMKM.

Untuk tahun 2026 telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pemanfaataan sistem aplikasi pembukuan/pencatatan keuangan usaha mikro dan usaha kecil (pelatihan manajemen UMKM -Siapik) kepada 48 unit usaha dan fasilitasi kemudahan perizinan usaha mikro kepada 80 unit usaha.

Dan untuk program satu desa satu program unggulan berbasis potensi lokal melalui penguatan Bumdes, di tahun 2026 dilakukan pembinaan dan pemberdayaan BUMDES dan lembaga kerja antar desa yang berlokasi di kecamatan Krayan dan Krayan Selatan.

‘’Dengan program unggulan ini, diharapkan terjadi perubahan paradigma dari desa konsumtif menjadi desa produktif menuju desa mandiri,’’ tutup Irwan Sabri.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial