Menu ✖

Mode Gelap
Sering Diusir Aparat Malaysia ‘Kami Hanya Mampu Terus Bertahan  Sambil Menunggu Pembayaran Ganti Untung dari Pemerintah RI’ Kunker ke Nunukan, Kanwil Ditjenpas Kaltimtara Yan Rusmanto Lakukan Penguatan Lapas Paras Festival di HUT Nunukan 27 Tahun, BPS Mencatat Kenaikan Omset Ekonomi Mencapai Rp 1,054 Miliar Sebanyak 12 SPPG 3T di Wilayah Tengah Indonesia Diresmikan, Harga Menu Sesuai HET dari Tim TPID Pemprov Kaltara Usulkan Sekolah Diberi Kesempatan Sebagai Penyedia Bahan Baku MBG Sebanyak 12 SPPG Wilayah Tengah Diresmikan, Dipusatkan di Pulau Sebatik

Advertorial

Masuk Masa Panen, Sebuah Rumah Walet di Sebatik Terbakar, Asal Api Jadi Misteri

badge-check


					Sejumlah petugas Damkar melakukan pendinginan rumah walet yang terbakar di Liang Bunyu, Sebatik. Dok.Disdamkar Nunukan. Perbesar

Sejumlah petugas Damkar melakukan pendinginan rumah walet yang terbakar di Liang Bunyu, Sebatik. Dok.Disdamkar Nunukan.

NUNUKAN, infoSTI – Sebuah gedung sarang burung walet di Jalan Muhammad Atung, RT 04, Desa Liang Bunyu, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, terbakar, Selasa (22/9/2026) sore.

Komandan Pleton Damkar Sektor Sebatik Barat, Basir, melaporkan, informasi kebakaran diterima sekitar pukul 15.56 Wita.

‘’Rumah walet yang terbakar milik Ibu Aisyah warga Desa Liang Bunyu,’’ ujarnya melalui pesan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Petugas langsung menuju TKP untuk melakukan pemadaman dan mencegah api menyebar ke lingkungan sekitar.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar setengah jam.

‘’Sampai saat ini, kami belum bisa menduga atau memastikan sumber api. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan pihak yang berwenang,’’ imbuhnya.

Basir memastikan tak ada korban luka ataupun jiwa dalam kejadian ini. Sementara jumlah kerugian materi masih dalam penghitungan.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, kebakaran rumah walet Ibu Aisyah, berawal dari keluarnya asap hitam pekat dari dalam bangunan dua lantai berukuran 5×10 meter persegi tersebut.

Sebagian warga sekitar, bahkan sempat berinisiatif melakukan upaya pemadaman secara manual.

‘’Pemilik bangunan tinggal sekitar tiga meter dari rumah walet. Pemilik juga bingung dari mana sumber api, apalagi sudah sekitar lima bulan gedung tersebut tak dialiri listrik,’’ tutur Basir.

Basir juga mengatakan, akumulasi kerugian akibat peristiwa ini tentu tak sedikit. Terlebih, bulan depan, sarang burung walet dalam gedung dimaksud, sudah akan dipanen.

‘’Menurut Ibu Aisyah, bulan depan dia akan memanen sarang burung waletnya,’’ katanya menyesalkan.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial