Menu

Mode Gelap
Susu UHT Langka, Suplier Kesulitan Mendapatkan Kuota, Usaha yang Dirintis Anak Anak Muda di Perbatasan RI – Malaysia Terancam Tutup Pembayaran Ganti Rugi Embung Lapri, Irwan Sabri : Komitmen yang Pasti Direalisasikan, Minta Masyarakat Bersabar Harga Plastik di Nunukan Naik 100 Persen, DKUKMPP Imbau Kurangi Penggunaan Plastik, Bawa Tas Belanja dari Rumah Lantik 208 Pejabat Administrator Pengawas dan Fungsional, Bupati Nunukan Akan Evaluasi Kinerja Setelah Menjabat Enam Bulan Masyarakat Buka Paksa Pintu Embung Lapri, Pasokan Air Bersih Bagi Lebih 3500 Warga Sebatik Terhenti Rekaman Jualan Sabu Sabu di Depan Rumah Warga Viral, Polisi Buru Pelaku

Advertorial

Susu UHT Langka, Suplier Kesulitan Mendapatkan Kuota, Usaha yang Dirintis Anak Anak Muda di Perbatasan RI – Malaysia Terancam Tutup

badge-check


					Sejumlah varian susu UHT yang dijual di Nunukan. Dok.Anshori Perbesar

Sejumlah varian susu UHT yang dijual di Nunukan. Dok.Anshori

NUNUKAN, infoSTI – Kelangkaan susu ultra-high temperature (UHT) di Nunukan, Kalimantan Utara, tak hanya menjadi keresahan konsumen, namun juga kekhawatiran para pelaku usaha kecil menengah, khususnya usaha minuman kekinian yang mayoritas dirintis anak anak muda di perbatasan RI – Malaysia ini.

Di Nunukan, di lokasi nongkrong anak anak muda, baik itu di Alun Alun, maupun di kawasan pesisir pantai di Jalan Lingkar, gerobak kopi berjejer hampir sepanjang jalan.

Usaha yang mulai dirintis anak anak muda ini sedang berkembang dan tiba tiba terancam tutup karena bahan bakunya, susu full cream yang menjadi komposisi campuran utama berbagai varian minuman, sulit didapat di pasaran.

‘’Biasanya banyak saja UHT, bisa kita dapat di warung warung pinggir jalan, sekarang kita harus stok dan itupun harus pesan. Kadang dapat, kadang tidak,’’ ujar salah satu barista kopi di Café Shije, Ali, saat menuturkan sulitnya mendapat susu UHT, Rabu (8/4/2026).

Dengan kondisi tersebut, pihak kafe tetap belum berani menaikkan harga kopi. Ali juga mengatakan tidak mungkin mengurangi takaran karena sangat mempengaruhi kualitas rasa.

Bagi usaha minuman kafe seperti yang Ali jalani, cita rasa menjadi sebuah hal yang wajib dijaga. Selain sebagai identitas, rasa yang khas merupakan senjata untuk menjaga dan memancing pelanggan.

‘’Beda dengan bahan lain yang bisa dikurangi. Kopi punya takarannya sendiri. Beda sedikit saja, penikmat kopi akan tahu, dan mereka bisa pindah langganan. Margin keuntungan saja yang turun jauh,’’ tuturnya.

Salah satu pengusaha gerobak kopi, Soon Coffe di alun alun Nunukan, Novita juga mengakui, kelangkaan susu UHT menjadikan keuntungannya kian tipis.

Saat ini, ia menjual kopi dengan stok susu UHT yang ia beli beberapa hari lalu.

‘’Sekarang sudah langka, susah sekali nyari susu UHT. Kemarin dulu waktu ada, saya beli 12 bungkus untuk stok. Itupun paling dipake 3 harian saja,’’ kata Novi.

Kendati langka dan harganya naik, Novi masih belum berani menaikkan harga, karena para pedagang kopi di sekitaran alun alun Nunukan juga belum menaikkan harga.

Ia masih menjual satu cup kopi dengan harga rata rata Rp 15.000.

‘’Kita ini jual di pinggir jalan, gak bisa seenaknya naikkan harga. Memang dari sedotan, cup sampai plastik pembungkus sudah naik semua, untungnya sedikit sekali, nanti dilihatlah naik harga atau tidak,’’ katanya lagi.

Di Nunukan, biasanya kelangkaan barang produk Indonesia tak pernah menjadi keresahan karena banyak barang Malaysia.

Namun saat ini, kurs Ringgit mengalami kenaikan hingga Rp 4350/RM 1, sehingga harga barang Malaysia juga terbilang mahal.

Susu UHT Malaysia kemasan 1 liter, dijual dengan harga Rp 38.000, sementara susu UHT Indonesia, masih di kisaran Rp 23.000 – Rp 25.000, naik dari sebelumnya Rp 20.000/liter.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Dior Frames mengakui, kelangkaan susu UHT menjadi ancaman serius bagi para pengusaha UMKM, khususnya kopi.

‘’Ini dinamika yang tak bisa dipandang sebelah mata. Susu UHT memang menjadi komposisi utama untuk semua varian minuman kekinian yang saat ini dijual anak anak muda Nunukan. Kalau langka, otomatis usaha mereka juga terancam,’’ kata Dior.

Kabupaten Nunukan, lanjut Dior, mendatangkan susu UHT dari wiilayah Tarakan, Balikpapan dan Samarinda.

Sayangnya, stok susu UHT di beberapa wilayah tersebut juga kosong karena diborong dapur SPPG.

‘’Kekosongan stok susu UHT memang terjadi pemborongan oleh SPPG. Susu memang menjadi komposisi wajib untuk menu MBG. Kita Nunukan bukan wilayah penghasil susu, tentu memiliki kerawanan terhadap salah satu menu urgen untuk anak sekolah itu,’’ jelas Dior.

Sebenarnya, kata Dior, Nunukan tak hanya rawan kebutuhan susu, bahkan beras, telur, ayam, semuanya masih bergantung pasokan luar daerah.

‘’Bahkan ikan, kita yang geografis lautan, memiliki masalah dalam pemenuhan kebutuhan ikan, entah itu dari sisi pengangkutan, regulasi dan lainnya menyangkut perbatasan negara,’’ katanya.

‘’Saya sudah hubungi supplier dan distributor. Mereka juga mengaku tidak dapat kuota susu UHT. Kalau setingkat supplier saja kesulitan, apalagi masyarakat biasa,’’ lanjutnya.

Ia mengatakan, segera melakukan pengecekan mendetail ke lapangan dan melaporkan kondisi kekosongan susu UHT ke pimpinan.

Laporan tersebut menjadi dasar untuk permintaan kuota dan pemenuhan kebutuhan pelaku usaha hingga menu MBG di perbatasan RI – Malaysia ini.

Facebook Comments Box

Trending di Advertorial